Polisi Ringkus, Suami yang Tega Nyuri Uang Istrinya Rp 30 juta

30 July 2016 00:41 WIB
 
0
loading...

SUMEDANGONLINE, CIMANGGUNG : Kepolisian Resort Sumedang Sektor Cimanggung berhasil mengamankan S (37) pelaku pencurian uang senilai Rp. 30 juta milik Nok Mulyati (35) warga Kampung Pamatang, Desa Sawah Dadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun sumedangonline.com, pelaku yang merupakan suami Nok Mulyati bekerja sebagai pedagang kain di Warung Lahang, Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Sebelumnya, korban pencurian Nok Mulyati melaporkan ke Polsek Cimanggung kehilangan uang yang ada di sebuah kantong kresek dan disimpan di dalam lemari kamarnya. Uang senilai Rp. 31 juta bersama satu unit HP dan surat-surat berharga tersebut raib setelah pintu rumahnya diketahui terbuka oleh orang tua Nok sekitar pukul 02.00, Selasa (26/7).
Polisi juga menerjunkan anjing pelacak dari K9 Polda Jawa Barat untuk mencari jejak pelaku pencurian. Penerjunan anjing pelacak tersebut merupakan permintaan dari Nok Mulyati. Pasalnya, Nok Mulyati mencurigai pelaku yang mengambil uangnya adalah orang terdekatnya.
Sementara menurut Kapolsek Cimanggung, Kompol Amin Taufan TS didampingi Panit Reskrim Ipda Agus Embar mengatakan, polisi berhasil menangkap pelaku pencurian yang diketahui merupakan suami korban sendiri kurang dari 24 jam.
“Ternyata pelaku adalah suami saudari Nok Mulyati sendiri, kami tangkap pelaku setelah mendapatkan bukti-bukti kuat mengarah kepada pelaku,” kata Kapolsek kepada Sumedangonline.com di Mapolsek Cimanggung, Jumat (29/7).
Taufan mengatakan, motif pelaku melakukan pencurian uang, karena pelaku merasa sakit hati dengan korban. Pasalnya selama berumah tangga, korban tidak terbuka tentang keuangannya dengan suaminya.
Sehingga pelaku, kata Taufan, mengambil uang milik istrinya hasil pinjaman koperasi yang kemudian disetorkan ke dua bank berbeda. Sementara surat-surat berharga milik korban dibakar oleh pelaku.
“Pelaku juga sempat mengantarkan korban untuk menemui seorang dukun untuk mencari titik terang menemukan pelaku bersama-sama,” ujar dia.
Taufan menyebutkan, polisi sudah menyita beberapa barang bukti dan alat kejahatan dari pelaku yakni, dua buah buku tabungan, satu unit handphone merek one click, sendok makan untuk mencobgkel lemari dan satu buah kunci duplikat rumah.
“Pelaku dijerat Pasal 367 KUHPidana tentang pencurian dalam keluarga dengan ancaman hukuman penjara kurang dari lima tahun,” katanya.
Sementra itu S mengaku, jika pihaknya mengambil uang istrinya tersebut untuk memberi pelajaran dan efek jera kepada istrinya. Pasalnya, S sering direndahkan dan dihina oleh istrinya didepan umum.
“Ya saya sebenarnya cuma kasih pelajaran aja, soalnya berkali-kali dinasehati istri saya sering membangkang. Dan saya sakit hati,” ujar pelaku.***