Pinjam dari Bank Exim China, Proyek Tol Cisumdawu Dilanjut

23 June 2016 00:50 WIB
 
0
loading...

SUMEDANGONLINE, JAKARTA: Pemerintah Indonesia telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai Rp4,5 Triliun dengan Bank Exim China untuk pendanaan dua ruas tol yaitu Manado-Bitung sepanjang 39 kilometer dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,5 kilometer.
Seperti dilansir bisnis.com, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W. Husaini, mengatakan perjanjian pinjaman itu telah diteken antara Kementerian Keuangan dan Bank Exim China pada pekan lalu, setelah pemerintah menyelesaikan masalah teknis yang menjadi kendala pencairan pinjaman.
“Kalau sudah tanda tangan berarti tinggal bayar, tinggal kerja. Artinya kendala administrasi mengenai kontrak dengan luar negeri sudah tidak ada lagi, jadi urusannya dengan dalam negeri saja, teknis saja dan itu rasanya Kementerian PU sudah meng-handle,” ujarnya, Rabu (22/6/2016).
Dia mengatakan kendala teknis yang dimaksud mencakup perubahan desain teknis mengenai terowongan sepanjang 472 meter yang terdapat dalam paket konstruksi fase kedua dari seksi II tol Cisumdawu . Perubahan teknis mengenai hal ini pun telah disetujui oleh kedua belah pihak.
Seperti diketahui, tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi, yaitu Seksi I Cileunyi–Rancakalong (12,025 km), Seksi II Rancakalong–Sumedang (17,05 km), Seksi III Sumedang–Cimalaka (3,75 km), Seksi IV Cimalaka–Legok (8,2 km), Seksi V Legok–Ujung Jaya (16,42 km) dan Seksi VI Ujung Jaya–Dawuan (4,23 km).
Dari keenam seksi tersebut, pemerintah memberikan dukungan konstruksi untuk seksi I dan II sepanjang total 29,7 kilometer guna meningkatkan kelayakan tol tersebut, sedangkan seksi III dan IV sepanjang 30,8 kilometer akan ditawarkan kepada badan usaha. Pelelangan investasi untuk seksi tersebut rencananya akan dibuka dalam waktu dekat.
Pekerjaan konstruksi untuk fase pertama seksi II dikerjakan oleh kontraktor Shanghai Construction Group Co. Ltd, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk serta PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sementara itu, fase kedua seksi II porsi pemerintah saat ini dikerjakan oleh beberapa kontraktor, antara lain Metallurgical Corporation of China Ltd (MMC), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Ninda Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Hediyanto mengatakan dengan pencairan pinjaman China ini, pemerintah akan segera memulai konstruksi untuk fase dua seksi II. Lahan yang telah terbebas untuk seksi II mencapai 90,93% sehingga telah siap untuk dikerjakan, dan ditargetkan selesai pada 2018.
“Sekarang kan sudah ditandatangani, uang mukanya bisa di-release dengan sangat cepat. Kita tinggal revisi DIPA ya, untuk rupiahnya,” ujarnya.(bisnis.com)