Pemkab Rakor Antisipasi Rawan Pangan Bagi Warga OTD Jatigede

31 May 2016 14:38 WIB
 
1
Rapat Antisipasi Kerawanan pangan
Rapat Antisipasi Kerawanan pangan

SUMEDANGONLINE: Untuk menangani dampak sosial Jatigede terutama mengantisipasi rawan pangan bagi warga OTD khususnya saat menghadapi bulan suci Romadhon 1437 H, Sekda Zaenal Alimin mengumpulkan segenap pimpinan SKPD, Camat, BUMN/BUMD, Apindo, Perbankan serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah untuk duduk bersama mencari solusi dalam membantu mereka (warga OTD) meringankan beban kehidupannya.
Rakor yang dilaksanakan di ruang Cakrabuana pada Selasa (31/5) tersebut dipimpin langsung Sekda Zaenal Alimin didampingi Asisten Pembangunan Dede Hermasyah dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agus Suherman.
Pada kesempatan tersebut Sekda mengetuk kepedulian hati dari para aparatur dan golongan pengusaha. “Ada kurang lebih 3500 KK yang harus dibantu dan Pemerintah Sumedang mengetuk hati kepedulian para aparatur dan golongan pengusaha untuk membantu meringankan beban warga tersebut yang harus segera ditangani dalam mengantisipasi terjadinya rawan pangan terutama di bulan Romadhon tahun 2016,” ungkapnya.
Sekda juga mengungkapkan Pemda Sumedang telah berkonsultasi dengan pihak Provinsi melalui Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) dan juga Kantor Ketahanan Pangan Sumedang dalam upaya pemenuhan kuota beras cadangan pangan pemerintah yang akan disalurkan bagi para warga OTD tersebut. Hasilnya adalah BKPD siap membantu sebanyak 20 ton beras dan Kantor Ketahanan Pangan Sumedang sebanyak 10 ton sehingga jumlah totalnya 30 ton beras.
“Jika ada 3500 KK yang perlu dibantu dengan asumsi 1 KK terdiri 3 jiwa dan 1 jiwa perlu 0,3 Kg beras per hari, maka diperhitungkan untuk pemenuhan kebutuhan beras selama 1 bulan perlu 97 ton. Jika dikurangkan dengan ketersediaan yang ada sebanyak 30 ton, maka masih ada kekurangan sebesar 67 ton untuk pemenuhan beras saja belum untuk kebutuhan lauknya,” terangnya kemudian.
Untuk kebutuhan lauk pauk yang terdiri dari mie instan, minyak goreng, gula pasir, kopi, teh dan sarden, sambung Sekda, akan diberikan dalam bentuk paket yang akan diserahkan bersamaan dengan beras dan jenis bantuan lain seperti halnya pakaian.
Dari hasil rakor tersebut disepakati beberapa hal antara lain pihak Apindo yang mewakili perusahaan-perusahaan swasta di Sumedang siap untuk membantu kekuranganya termasuk juga dari unsur BUMN/BUMD dan perbankan berikut para kepala SKPD dan Camat.
“Semua bantuan tersebut harus terorganisir dengan baik agar tidak tercecer, dan saya perintahkan Bagian Kesra Setda untuk mengkoordinirnya, selanjutnya agar bisa didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Zaenal.
Zaenal juga mengintruksikan Bagian Kesra untuk berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupaten Sumedang terkait zakat profesi para PNS yang telah mencapai nisab, agar turut pula bisa disalurkan sebagai tambahan.
“Jika memungkinkan, semua bantuan tersebut bisa diterima oleh warga sebelum bulan Romadhon,” imbuh Zaenal.(humas)

1 COMMENT