Pembangunan Pasar Inpres Sumedang Molor, Ini tanggapan Bupati

10 April 2017 05:21 WIB
 
0
pasar sumedang
Asep Herdiana/FB
pasar sumedang

SUMEDANG – Pembangunan Pasar Inpres Sumedang hingga saat ini belum terselesaikan, padahal rencana awal pembangunan pasar semi modern itu akan diresmikan oleh Bupati Sumedang pada Hari Jadi Sumedang. Sayangnya jika melihat progress di lapangan hal itu tidak mungkin terwujud.
Menyikapi hal itu Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sumedang, Titus Diah mengaku beberapa kali pihaknya sudah memanggil pihak pengembang dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan Dan Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, termasuk juga dari Dinas Perhubungan, untuk menanyakan progress pembanguna pasar.
Namun sebut dia, dalam pertemuan tersebut meski telah Kepala Diskoperdag itu tidak pernah hadir secara langsung, dia hanya mewakilkan pada anak buahnya, sehingga sebut Titus pihaknya merasa kecewa, kesal dan meminta pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk memfasilitasi menghadirkan para Kepala Dinas yang berkaitan dengan pembangunan pasar, karena menurutnya selama ini pihaknya menilai pihak Pemda kurang tegas.
”Kita memang tidak terlibat intervensi ke teknis. Tetapi kami memonitoring sejauh mana pembangunan pasar ini dilaksanakan. Bentuk fisik karena kan ada perbedaan, menurut kajian daripada pengusaha itu berbeda dengan kajian dinas, kalau menurut kajian dinas baru 63 koma sekian persen, tetapi menurut pengusaha dalam hal pengerjaan itu sudah 80 persen, jadi ada beberapa perbedaan kajian. Kami berharap pemda segera menyikapi,” tandas Titus.
Bupati Sumedang saat ditanya reporter Sumedang Online, Iwan Rakhmat pun, tidak mengetahui berapa persen progress pembangunan pasar tersebut. ”Saya belum tahu jelas, yang jelas itu dalam proses perccepatan,” kata Bupati Sumedang, Eka Setiawan.
Dia bahkan seolah kembali memberikan waktu untuk proses penyelsaian pembangunan pasar hingga September-Oktober 2017 ini. ”Mudah-mudahan tahun ini selesai, tapi tidak di bulan bulan sekarang karena masih dalam proses pelaksanaan, insyaallah paling telat bulan oktober. Sedang dilakukan monitoring, karena pekerjaannya berat, saya kira wajar kalau di bulan September Oktober,” jelasnya. (iwan)