Pembangunan Kepemudaan Perlu Sinergisitas Kementerian dan Lembaga

22 November 2016 15:26 WIB
 
1
Plt. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dan Koordinasi Lintas Sektoral Kementerian Lembaga dalam Penyusunan Rencana Aksi Nasional Pelayanan Kepemudaan di Teater Wisma Kemenpora, Selasa (22/11) pagi.
Huma Menpora
Plt. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dan Koordinasi Lintas Sektoral Kementerian Lembaga dalam Penyusunan Rencana Aksi Nasional Pelayanan Kepemudaan di Teater Wisma Kemenpora, Selasa (22/11) pagi.

SUMEDANGONLINE: Dalam usaha peningkatan pelayanan di bidang kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Koordinasi Lintas Sektoral Kementerian Lembaga dalam Penyusunan Rencana Aksi Nasional Pelayanan Kepemudaan di Teater Wisma Kemenpora pada hari Selasa (22/11) pagi.
Dalam arahannya, Plt. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti menyampaikan bahwa sinergisitas pembangunan kepemudaan antar kementerian dan lembaga saatnya harus dimulai. “Pertemuan hari ini saya analogikan adalah buka pintu dalam rangka melakukan sinergisitas kerjasama antara kementerian dan lembaga yang terkait dalam usaha-usaha pembangunan kepemudaan, ” ujar Yuni.
Yuni melanjutkan bahwa ada 21 kementerian dan 4 lembaga yang mempunyai program dalam usaha pembangunan kepemudaan, dengan adanya kerjasama dan koordinasi antara kementerian dan lembaga ini, diharapkan usaha-usaha dalam membangun pemuda Indonesia tersebut dapat terlaksana secara baik dan terintegrasi untuk mewujudkan pemuda Indonesia sebagai subjek dan menjadi arsitektur yang konstruktif perannya dalam pembangunan Indonesia ke depan.
“Kami berharap dengan adanya Draft Final Peraturan Presiden Tentang Pembangunan Kepemudaan Lintas Sektoral, akan membuka kerjasama yang koordiatif dan terintegrasi antara kementerian dan lembaga, tidak hanya dalam domain kewirausahaan saja, tetapi semua bidang yang ada diantaranya penyadaran pemuda, pemberdayaan pemuda, pengembangan kepemimpinan pemuda, pengembangan kepeloporan pemuda, peneliian dan kajian kepemudaan, serta penanggulan perilaku negatif pemuda, ” ujarnya.
“Pemuda adalah sumberdaya manusia yang potensial ditinjau dari aspek produktifitas maupun aspek kuantitasnya, terlebih dalam mengantisipasi bonus demografi melalui pola atau framework pembangunan kepemudaan yang berkelanjutan, hal ini harus tercantum dalam roadmap atau grand desian yang akan disusun, tetapi sinergis, dan terukur keberhasilannya, sehingga grand disain atau roadmap ini akan digunakan dalam penentuan arah kebijakan pemerintah dalam penyusunan program dan anggaran pembangunan kepemudaan, ” lanjutnya.
“Saya berharap pertemuan ini bisa dijadikan sebagai sosialisasi Draft Peraturan Presiden tersebut, ketika sudah ditanda tangani oleh Presiden, dapat segera dilakukan tindakan nyata oleh kementerian dan lembaga yang ada dalam koordinasi dan integrasi yang efektif dalam pembangunan kepemudaa,” ujarnya.
Sebelumnya Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Imam Gunawan menyampaikan bahwa pertemuan bagian yang terpenting dalam perjalanan terhadap usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan kepemudaan di Indonesia yang kokoh dan pada ujungnya diharapkan munculnya main-streaming kepemudaan. “Kegiatan ini adalah simbol yang kesekian kalinya dalam upaya-upaya bersama, berkolaborasi dengan Kemenko PMK, Bappenas, UNFPA dan Pusat Kajian Pemuda Uniersitas Indonesia untuk menyiapkan dokumen-dokumen kebijakan yang amat penting dalam rangka koordinasi strategis lintas sektoral, ” ujar Imam.
Kegiatan FGD dan Koordinasi Lintas Sektoral ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 22 dan 23 November 2016, dihadiri perwakilan dari 21 Kementerian dan 4 Lembaga yang mempunyai titik singgung dan yang tersebut dalam draft Peraturan Presiden tentang koordinasi lintas sektoral bidang kepemudaan.
Hadir pada acara tersebut Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Adiati Noerdin, Asisten Representatif UNFPA Indonesia Martha santoso Ismail, Sub Direktorat Pemuda dan Olahraga, Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Bappenas Aris Subiyono, Pusat Kajian Pemuda Universitas Indonesia, Organisasi Kepemudaan, serta Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. (dre)