OTD Jatigede dan uang

11 October 2016 06:24 WIB
 
0
Penampakan relokasi OTD Jatigede di Cipondoh.
Kang Yayan NK
Penampakan relokasi OTD Jatigede di Cipondoh.

Andaikan bantuan untuk “bencana buatan / yang dibuat manusia ” otd jatigede sebanyak dan sebesar bantuan untuk bencana longsor dan banjir Sumedang mungkin jalan yang sangat tidak layak, tempat yang labil dan LISTRIK yang belum juga nyala, administrasi yang tidak jelas juga masalah sosial lainnya akan cepat teratasi, karena melibatkan ribuan orang “korban”nya

Terlepas soal otd Jatigede mendapatkan uang kerohiman atau uang ganti teu untung kita lihat akibat negatifnya yang sama menyengsarakan.

Ibaratnya SATU LAWAN BANYAK, Satu Proyek Banyak Masalahnya.

Menurut admin, terlepas dari sisi positif dan negatif Waduk Jatigede, nyatanya ada saudara kita yang terkena “Bencana”, kenapa dikatakan bencana ? Karena ada dampak.
Lihat saja pengertiannya, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak …

IRONIS

Pertanyaannya, kenapa penanganan bencana buatan manusia Waduk Jatigede dan Penanganan Bencana Alam berupa Longsor dan Banjir Sumedang sangat berbeda ?

Padahal masalahnya sama, butuh makan, butuh sehat, butuh rumah dan butuh mata pencaharian dan lain – lain.

Otd Jatigede mendapat uang kerohiman dan ganti teu untung meski belum semua, tapi nyatanya tidak membuat banyak otd hidup sejahtera bahkan seperti TERUSIR, MENDERITA TANPA BANYAK PIHAK YANG PEDULI dan tak ada posko khusus.