OTD Bangun Paguyuban Himbar Buana

12 March 2016 13:22 WIB
 
0

DARMARAJA-Warga terdampak Jatigede membuat sebuah organisasi yang bertujuan untuk menggali berbagai peluang yang ada paska bendungan Jatigede di bangun. Menurut Ketua Paguyuban, Himbar Buana, Hadi Barkah, kegiatan paguyuban ini akan melakukan inventarisir dalam menata diri apa yang bisa di perbuat.
“Harus mulai merintis sejak saat ini, membangun usaha. Kejadian sebelumnya itu sebagai cermin. Dulu kita pertanian, sekarang ada potensi air. Harus ada pengelolaan di dalamnya, jangan sampai berbagai potensi dan peluang itu, malah di alas oleh orang luar. Kita harus berbenah diri, agar lebih siap,” kata Hadi Barkah, siang ini.
Renacananya, dalam waktu dekat ini akan dibangun koperasi untuk mewadahi berbagai peluang yang ada di Jatigede. Konsep itu, sebut Hadi, sesuai dengan konsep yang sudah dibuat oleh Satker Jatigede.
“Kita membuat paguyuban yang independen, tidak terbawa dalam politik praktis.
Intinya, sebagai otd harus jadi satu kesatuan. Ini memang bukan satu satunya organisasi, ini hanya merupakan bagian dari aksi untuk mengikat tali silaturahim antara warga otd untuk kesejahteraan masyarakat terkena dampak. Karena usaha itu harus legal, sesuai dengan aturan yang ada. Mudah-mudahan setelah dibangun Paguyuban ini, menjadi sebuah payung hukum. Jangan sampai kita meratapi kesedihan terus,” ungkapnya.
Lanjutnya, rencana pengelolaan yang akan dikelola paguyuban antara lain, akan mengelola tambak ikan. “Termasuk harus adanya pasca panen agar mempunyai nilai jual yang tinggi. Pagelaran seni budaya buhun. Mengoptimalkan kegiatan ekowisata. Pengelolaan perparkiraan, sampai saat ini memang masih banyak bertentangan dengan perda. Jika sudah terorganisir ini tidak akan liar,” lanjutnya.
Selain itu, paguyuban juga akan mengadakan pelatihan pelatihan di berbagai sektor, termasuk wisata. Karena tidak menutup kemungkinan, pelaku usaha di Jatigede tidak hanya lokal tapi juga dari luar negeri.
“Kalau kita diam, dan belum mempersiapkan apa-apa. Kita nanti di alas,” pungkasnya.**