Ngalokat Walungan Cimanuk

12 September 2012 18:00 WIB
 
0
ISTIGOSAH: Euis Mully Sekarwangi dan Kades Sukamenak, makan tumpeng usai istigosah dalam rangka buku tahun Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Selasa (11/9/2012).
Pitriyani
ISTIGOSAH: Euis Mully Sekarwangi dan Kades Sukamenak, makan tumpeng usai istigosah dalam rangka buku tahun Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Selasa (11/9/2012).

SUMEDANGONLINE: Acara ngalokat walungan Cimanuk di bantaran blok Babuy, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, terbilang sukses. Acara yang diselenggarakan masyarakat adat Sukamenak bekerjasama dengan Keprabuan Sumedang Larang itu mampu menyedot ribuan masyarakat, Rabu (12/09/2012).

Acara tersebut pun mendapat apresiasi khusus dari keluarga pengusaha oto bus Medal Sekarwangi, Andawuri dan Purbaya yang saat ini menjabat sebagai bendahara Partai Demokrat Jawa Barat, Euis Mully Sekarwangi (EMS). Menurut Euis, acara ngalokat budaya merupakan acara yang ditunggu-tunggu warga Sumedang, pasalnya kegiatan tersebut sebagai salahsatu sarana untuk membersihkan dan memelihara sungai.

“Ngalokat walungan itu, bagi saya sebuah budaya yang sangat baik di masyarakat adat Sumedang, apalagi sekarang Sumedang, sudah dijadikan sebagai Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS). Alhamdulillah saya dapat ikut serta, termasuk mengikuti berbagai acara ritualnya, sehingga saya memandang sungguh luar biasa budaya yang ada di Sumedang itu. Tetapi selain ngalokat, banyak sekali budaya-budaya yang perlu kita angkat lagi,” ujar EMS usai terlibat langsung marak bersama warga Desa Sukamenak, kemarin.

Hal yang sama dikatakan H Rd Otong Hasan Suryadinata, menurut kasepuhan Sumedang Larang ini ngalokat walungan merupakan filosofis yang diwariskan dari leluhur Sumedang, terkait adanya hubungan bathin antara manusia dengan berbagai penghuni yang ada di sungai Cimanuk.

“Karena di sungai itu selain dihuni oleh ikan-ikan dan sebagainya, ada juga mahluk-mahluk di luar manusia, untuk itulah adanya ngalokat sungai Cimanuk agar kita saling menghargai. Manusia menghargai mahluk lain dan mahluk itu juga menghargai manusia dan bersama menjaga lingkungan sungai,”ujar HRO Hasan Suryadinata.