Menpora: SSB Menjadi Pondasi Penting Mencetak Pesepakbola Handal

11 May 2017 22:06 WIB
 
0
Menpora Imam Nahrawi saat menyapa dan berfoto bersama Tim Akademi Arema U-14 yang berhasil menjadi pemenang pada Kejuaraan JSSL Singapore International 7's B-14, di De Foods, Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5) malam.
Istimewa
Menpora Imam Nahrawi saat menyapa dan berfoto bersama Tim Akademi Arema U-14 yang berhasil menjadi pemenang pada Kejuaraan JSSL Singapore International 7's B-14, di De Foods, Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5) malam.

Sekolah sepakbola usia dini adalah pondasi penting mencetak pesepakbola handal tanah air. Sepakbola kedepan harus menjadi tontonan yang nyaman, enak dan menjadi industri yang sehat. Hal itu di tegaskan Menpora Imam Nahrawi saat menyapa Tim Akademi Arema U-14 yang berhasil menjadi pemenang pada Kejuaraan JSSL Singapore International 7’s B-14 usai melawan Thailand, di De Foods, Malang, Jawa Timur, Kamis (11/5) malam.
Menpora menilai PSSI dan klub-klub saat ini telah melakukan terobosan dengan baik seperti pelanggaran di tangani dengan cepat oleh komdis PSSI, adanya Marquee Player dan lain sebagainya. “Bagi pemerintah terobosn dan penanganan yang sehat dan baik di PSSI adalah penting karena kedepan sepakbola bukan hanya harus menjadi tontonan yang enak dan nyaman juga harus menjadi industri yang sehat dan hal itu telah di tunjukkan oleh PSSI,” ujar Menpora di dampingi tokoh muda Arema Sam Ade dan Nanda.
“Marquee player adalah terobosan menaikkan great di industri sepakbola dan menjadikan kegemaran dan fanatisme penonton tetapi tetap memberikan nilai positif bagi pemain nasional, kami akan terus evaluasi,” tambahnya.
Pemerintah menilai potensi sepakbola nasional di kelompok umur adalah luar biasa besar, terus berlatih dengan segala keterbatasan. “Pemerintah akan terus bersama sama mengawal agar prestasi timnas semakin baik, terlebih anak anak kita Tim U-14 juara di Singapura, ini adalah potensi besar yang harus dikelola dengan baik, terima kasih kepada Arema dan sekolah sepakbola di Malang yang menjadikan pendidikan usia dini sebagai pondasi penting mencetak pesepakbola handal tanah air,” ucapnya.
“Selamat kepada Arema selamat kepada kita semua saya menilai liga yang telah bergulir saat ini telah bagus meski masih banyak protes tentang wasit dan sebagainya, saya bersyukur PSSI saat ini telah mampu mendisiplinkan para wasit melalui komdisnya yang bertindak cepat jadi tidak sia sia pemerintah dahulu mengawal perubahan di PSSI,” ujarnya.
Di sisi lain, menteri asal Bangkalan ini akan mendorong suporter Arema menjadi salah satu suporter terbaik di Liga I. “Silakan nanti koreografinya diperhalus dan dipercantik, investasi sepakbola bukan semata mata pemain dan klub tapi investasi sepakbola termahal adalah merawat keagungan dan soliditas suporternya,” lanjutnya.
Kedepan suporter harus memiliki saham di klub dan klub harus mendengar harapan suporternya. “Klub profesional di Eropa pasti memiliki suporter yang memiliki saham di dalamnya sehingga kedepan industri ini dapat dikawal bersama dan juga adakan seperti Kongres Suporter tetapi tetap menjunjung tinggi persatuan kesatuan bangsa,” tutupnya. (ben/so)