Menpora: olahraga tradisi harus dilestarikan dan dikembangkan

12 October 2016 10:43 WIB
 
0
Menpora Imam Nahrawi saat menutup 6th The Association For International Sport for All (Tafisa) World Games atau Olimpiade Olahraga Masyarakat 2016 di Pantai Carnaval ABC Mal Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (11/10) malam.
istimewa
Menpora Imam Nahrawi saat menutup 6th The Association For International Sport for All (Tafisa) World Games atau Olimpiade Olahraga Masyarakat 2016 di Pantai Carnaval ABC Mal Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (11/10) malam.

SUMEDANGONLINE, JAKARTA: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari Selasa (11/10) malam menutup 6th The Association For International Sport for All (Tafisa) World Games atau Olimpiade Olahraga Masyarakat 2016 di Pantai Carnaval ABC Mal Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Dalam acara penutupan ini anggota dari 83 negara peserta Tafisa 2016 mencetuskan Dokumen Global Forum tentang Active Cities yang dibacakan oleh Vice President Tafisa. 
Selain itu juga dilakukan serah terima bendera Tafisa oleh Menpora Imam Nahrawi kepada Chairman of Institute of Sport and Youth of Portugal Victor Patako yang akan menjadikan Lisabon-Portugal senagai tuan rumah 7th Tafisa World Sport Fir All Games 2020.
“Tafisa Games Ke-6 2016 ini telah mengkompetisikan, memfestivalkan dan memperagakan banyak ragam olahraga, dari olahraga ekstreem, olahraga massal, olahraga tradisional lain sebagainya, itu merupakan kekayaan dan keanekaragaman yang luar biasa dan tentunya perlu dilestarikan dan terus dikembangkan, ” ujar Menpora dalam siaran pers yang diterima SumedangOnline.
Menpora berharap hal tersebut dapat memberikan warna yang lebih kuat, memberkan kebanggaan bangsa serta memberikan edukasi yang lositif kepada generasi muda, terutama kaum pelajar sehingga tidak larut kedalam budaya baru yang dalam beberapa hal tidak mendidik.
Lebih lanjut Menpora mengharapkan Dokumen hasil Global Forum tentang Active Cities dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata sehingga masyarakat olahraga sedunia menjadi sehat, bugar dan gembira.
“Kepada Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia Menpora berharap dan mengajak untuk dapat menindaklajuti gerakan Ayo Bergerak… Bergerak… dan Bergerak… seperti yang disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla pada saat pembukaan Tafisa 2016 yang lalu dan dapat melakukan langkah nyata melalui program dan anggaran yang berbasis olahraga dari desa seperti surat Presiden RI, ” tuturnya.
President of Tafisa Ju Ho Chang dalam sambutannya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Jakarta yang telah mempersembahkan keramahan dan kebaikan selama penyelenggaraan 6th Tafisa 2016. “Tafisa 2016 Jakarta mempromosikan tradisi dan budaya dati seluruh negara di lima benua, mengispirasi dan menjadikan hidup lebih menyenangkan, ” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Umum Tafisa 2016 Hayono Isman menyampaikan bahwa 6th Tafisa World Sport For All Games dihadiri oleh 83 negara dan diikuti oleh 34 provinsi di Indonesia dengan peserta sebanyak 32 ribu orang. “Biarpun pada saat pembukaan diguyur hujan tapi semua peserta sangat menikmatinya, ” ujar Hayono.
“Kami sangat bersyukur untuk pertama kalinya mendapatkan Keputusan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang Tafisa Games, hal ini mengukuhkan semangat kami membangun olahraga masayarakat dalam meningkatkan mutu sumberdaya manusia bangsa, ” ujarnya. (dre)