Menpora : Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Melahirkan Prestasi

15 October 2016 18:51 WIB
 
0
Menpora Imam Nahrawi didampingi oleh Ketua Umum Komite Nasional Paralympic Indonesia Shenny Marbun, Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Umum PB PEPARNAS Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar saat membuka Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/10).
Menpora Imam Nahrawi didampingi oleh Ketua Umum Komite Nasional Paralympic Indonesia Shenny Marbun, Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Umum PB PEPARNAS Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar saat membuka Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/10).
Menpora Imam Nahrawi didampingi oleh Ketua Umum Komite Nasional Paralympic Indonesia Shenny Marbun, Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Umum PB PEPARNAS Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar saat membuka Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/10).

SUMEDANGONLINE – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi didampingi oleh Ketua Umum Komite Nasional Paralympic Indonesia Shenny Marbun, Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Umum PB PEPARNAS Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar membuka Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV / 2016 di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/10). Semangat menembus batas melampaui keterbatasan merupakan pesan yang disampaikan melalui perhelatan olahraga terbesar bagi olahragawan difabel tingkat nasional ini.
Upacara pembukaan Peparnas dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan parade kontingen dan disambut dengan tari pembuka dengan sentuhan budaya dari berbagai macam provinsi di Indonesia. Suasana hikmat mengiringi prosesi penaikan Bendera Peparnas VX serta penyalaan api Peparnas yang merupakan simbol semangat menembus batas melampaui keterbatasan. Peparnas kali ini berlangsung 15-24 Oktober 2016.
“Kita tidak boleh sedikitpun memandang sebelah mata atlet difabel, karena semuanya sama, sama- sama berjuang untuk memberikan prestasi yang terbaik bagi bangsa, sama-sama bermimpi dan bertekad mengibarkan bendera Merah Putih di depan negara-negara lain. Keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan prestasi, keterbatasan adalah motivasi untuk berdiri bersama memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Menpora saat memberikan sambutan.
Pemerintah pusat, lanjut Imam, kini telah memberikan dukungan serta perlakuan yang sama antara atlet difabel dengan atlet lainnya. Pemberian bonus bagi atlet difabel kini sudah disamaratakan dengan atlet normal. Demikian pula tunjangan hari tua bagi paralimpian berprestasi disamakan dengan olimpian berprestasi.
Ketua Umum Komite Nasional Paralympic Indonesia Shenny Marbun mengungkapkan, Peparnas kali ini adalah penyelenggaraan Peparnas yang bersejarah karena merupakan Peparnas yang pertama kali diselenggarakan oleh NPC. Peparnas XV masih mengusung tema Berjaya di Tanah Legenda, dengan harapan agar dari Peparnas kali ini lahir legenda-legenda baru paralimpian nasional yang akan mengangkat kehormatan harkat dan martabat bangsa di arena paralympic internasional.
Peparnas XV akan memperebutkan 605 medali emas, 605 medali perak, dan 935 perunggu dari 13 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabor tersebut di antaranya angkat berat, atletik, bola voli duduk, bulu tangkis, catur, goalball, judo, panahan, renang, sepakbola CP5 Side, tenis kursi roda, tenis meja dan tenpin bowling. Sebanyak 1983 atlet difable berpartisipasi dalam kompetisi ini. (*/rls)