MEA, tuntut tenaga kerja profesional

13 January 2016 22:59 WIB
 
1

KOTA-Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sumedang terus burupaya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) 2016.
“Kita (Dinsosnakertran) selalu berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun Provinsi sebagai upaya dalam meningkatkan ketenagakerjaan, karena sejak Januari 2016 ini MEA sudah di mulai dan kita benar-benar bersaing dengan beberapa negara lain,” ujar Kadinsosnakertrans Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri, Rabu (13/01/2016).
Lanjut Iwa, sekitar 250 ribu angkatan kerja (Angker) di Kabupaten Sumedang di bawah 10 persen yang baru mendapatkan sertifikasi keahlian, hal tersebut terjadi karena minimnya anggaran dari pemerintah pusat. .
“Minimnya anggaran dari pemertintah menjadi kendala bagi Angker untuk mengikuti uji kompetisi keahlian,” ucapnya.
Karena itu, kata Iwa, untuk mencari kerja di Negara-negara Asean ), syarat utama harus memiliki sertifikasi keahlian yang saat ini sebagian besar Angker di Sumedang belum memilikinya.
“Saat ini kurang dari sepuluh persen Angker yang sudah memiliki sertifikasi keahlian,” katanya.
Lanjut Iwa, sebagai upaya lainnya perlu dilakukan secara masif baik oleh pemerintah dan seluruh elemen, seperti dunia usaha, pencari kerja , atau dunia pendidikan.
“Kita berharap kompetensi perlu dilakukan agar angkatan kerja kita sesuai dengan tantangan dalam era MEA,” pungkasnya.**

Reporter:Dadan/Forkowas

1 COMMENT