Massa GNPF dari Ciamis Jalan Kaki ke Jakarta, sudah sampai Cimanggung

30 November 2016 09:21 WIB
 
12
Massa GNPF-MUI dari Ciamis saat tiba di Kabupaten Sumedang.
istimewa
Massa GNPF-MUI dari Ciamis saat tiba di Kabupaten Sumedang.

SUMEDANGONLINE: Ratusan massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melakukan aksi jalan kaki dari Kabupaten Ciamis, pagi ini (30/11) sudah melintas kawasan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Menurut informasi diperoleh, massa akan terus melakukan long march sampai tanggal 1 Desember 2016. Baru setelah itu, sampai di daerah mana pun mereka akan melanjutkan menggunakan bus. “Tapi ya mudah-mudahan sampai dengan jalan kaki sebelum tanggal 2 desember,” ungkap koordinator Aksi, Saeful.
Massa yang didominasi pemuda itu tampak antusias berjalan kaki dengan iringan mobil logistik dan ambulans, serta pengawalan kepolisian. Selain itu sejumlah masyarakat pun turut menyambut mereka dengan memberikan makanan ala kadarnya yang diberikan langsung pada para peserta aksi.
Saeful menyebutkan, peserta aksi jalan kaki yang saat ini akan terus bertambah seiring banyaknya warga yang telah mengkonfirmasi untuk turut serta. “Dari Bandung juga banyak yang sudah mengkonfirmasi mau ikut serta,” imbuhna.***

12 COMMENTS

  1. JAKARTA– Ribuan massa Ciamis, Jawa Barat berjalan kaki menuju Jakarta jelang empat hari aksi Bela Islam Jilid III…..
    Kalo ga percaya sekitar 10.000 jamaah dari ciamis datang k jakarta…..
    Liat aja di situsnya fpi

  2. Bagus kalau memang sudah bulat tekad dan insya Alloh jadi kebaikan buat Islam, amiiin…..
    Tapi perlu difikirkan juga dengan arif dan bijaksana. Jangan sampai dari maksud baik malah jadi madorot bagi yg lain. Di Ranca Ekek macet berjam jam. Ambulan yg bawa org yg parah mau meninggal ga bisa jalan, truk pengangkut ayam sudah resah karena keterlambatan ayam jadi stres beratnya jadi menurun, masih syukur bisa hidup, kalau mati…?
    Org yg ada keperluan mendadak yg sangat penting terhalangi.
    Apakah dengan atas nama kebenaran terus bisa seenaknya dengan merugikan banyak orang …….?
    Yang pasti Islam tidak mengajarkan demikian, Islam itu rahmatan lil alamin yg saya tahu. Yang wajar sajalah hidup mah, layaknya manusia sebagai mahluk sosial yg tidak saling merugikan org lain.