Masih Ada Kera di Areal Genangan Jatigede, Ini Tanggapan Kadishutbun

9 July 2016 17:32 WIB
 
0
Sebanyak lima ekor kera tampak tengah bermain di sekitar bantaran Bendungan Jatigede, tepatnya di Gunung Surian. Dua ekor diantaranya terpotret tengah bermain di atas rerumputan gunung yang sebagian sudah terendam. Menanggapi masih adanya kera yang hidup di lokasi tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumedang, Ade Guntara Ardi, membenarkan jika di Gunung surian masih terdapat populasi kera.
Sebanyak lima ekor kera tampak tengah bermain di sekitar bantaran Bendungan Jatigede, tepatnya di Gunung Surian. Dua ekor diantaranya terpotret tengah bermain di atas rerumputan gunung yang sebagian sudah terendam. Menanggapi masih adanya kera yang hidup di lokasi tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumedang, Ade Guntara Ardi, membenarkan jika di Gunung surian masih terdapat populasi kera.
loading...

SUMEDANGONLINE, DARMARAJA : Sebanyak lima ekor kera tampak tengah bermain di sekitar bantaran Bendungan Jatigede, tepatnya di Gunung Surian. Dua ekor diantaranya terpotret tengah bermain di atas rerumputan gunung yang sebagian sudah terendam. Menanggapi masih adanya kera yang hidup di lokasi tersebut, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumedang, Ade Guntara Ardi, membenarkan jika di Gunung Surian masih terdapat populasi kera.
Ia menyebutkan total kera yang hidup di area genangan Jatigede, terdapat sekitar 300 ekor. Dari jumlah tersebut, 114 ekor diantaranya sudah di evakuasi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat.
“Ya, sebagian memang sudah di evakuasi pihak BKSDA Jawa Barat. Diperkirakan total populasi kera di area genangan Jatigede totalnya ada sekitar 300 ekor. Dari jumlah tersebut 114 ekor ekor sudah di evakuasi, tapi yang kita evakuasi baru dari Tanjakan Embah. Sementara yang dari Gunung Surian memang belum perlu dikurangi, karena hanya sebagian yang terendam. Sementara kalau Tanjakan Embah semuanya tenggelam,” papar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumedang, Ade Guntara Ardi, sore ini.
Menurut dia, untuk konsumsi pakan kera tersebut, masih memanfaatkan makanan alami yang ada di sekitar Gunung Surian. Namun, tidak menutup kemungkinan Pihak Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Sumedang, akan memberikan pakan alami dengan menanaman pohon pisang dan berbagai jenis buah-buahan alami lainnya.
“Ke depan kita sudah merencanakan menyediakan pakan alami, secukupnya. Jika populasi dianggap melebihi daya tampung akan dilakukan kontrol populasinya, secara selektif,” imbuhnya.
Disinggung dievakuasi kemana sebanyak 114 kera dari Tanjakan Embah, Ade menyebutkan hal itu menjadi kewenangan pihak BKSDA Provinsi Jawa Barat. Disebutkan Ade, ada perilaku yang mengaggumkan dari kera-kera yang tinggal di bantaran bendungan Jatigede, terutama di Gunung Surian. Menurut pengamatannya, jika ada bahaya yang mengancam atau ada pihak-pihak yang mau menangkap, kera bisa menyelam ke dalam Bendungan Jatigede, untuk menyelamatkan diri.
“Iya ada prilaku yang mengagumkan dari binatang kera tersebut, kalau mereka merasa curiga, atau terancam mau ditangkap. Mereka mampu menyelam kedalam bendungan Jatigede, selama kira-kira tiga jam,” ungkapnya.
Sementara itu sejumlah pengunjung berharap habitat kera yang berada di Gunung Surian untuk tetap dapat dilestarikan, pasalnya keberadaan kera-kera tersebut menjadi salahsatu bagian dari daya tarik wisatawan.
“Kera-kera itu ya harus diamankan, jangan sampai mati atau bahkan punah. Hanya karena gara-gara tidak ada pakan, atau mereka susah dalam mencari pakan. Karena rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Jatigede itu, ingin melihat kera di Gunung Surian,” kata Dede salah seorang pemilik perahu.