Longsor, hampir putuskan akses Sumedang-Bandung

1 April 2016 21:42 WIB
 
0
loading...

Longsor, sempat tutup jalur Sumedang-Bandung

SUMEDANGONLINE – BANDUNG, Longsor terjadi di RT 03 RW 03 Kampung Cicadas, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (1/4).
Akibat longsoran tanah tebing sekitar 25 meter dan menutup akses jalan yang menghubungkan antar desa dan kedua Kabupaten, Yakni Kab. Bandung dan Kab. Sumedang sempat tertutup selama dua jam.
Tanah longsor serta bebatuan dan pohon bambu yang menutup jalan sebagian dibersihkan oleh warga setempat dengan bergotong royong dengan alat seadaya, yakni dengan cangkul
Menurut warga, sebelum longsor terjadi hujan deras yang mengguyur dikawasan tersebut sejak Pukul 11.00 dan terjadi longsor sekira jam 14.00. Akses jalan sempat tidak bisa dilalui selama 2 jam, namun pukul 16. 00 sudah mulai dilintasi kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, karen saat terjadi longsor tidak ada warga dan pengguna kendaraan yang melintas dikawasan tersebut.
“Longsor terjadi sekitar jam duaan siang tadi, karena jam 11 hujan deras. Tidak ada korban jiwa, karena di jalanan lagi sepi enggak ada yang lewat sini,” ujar Ade 65, salah seorang warga setempat yang rumahnya dekat lokasi longsor kepada sumedangonline.com, Jumat (1/4).
 Ade mengungkapkan, sebelum terjadi longsor sempat terdengar gemuruh dari lokasi yang terjadi longsoran. Bahkan, beberapa warga langsung keluar rumah dan setelah melihat tebing tanah yang ditanam pihon bambu longsor dan menutup jalan yang menghubungkan kedua desa yakni Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.
Sementara, Ketua RT 03 Kampung Cicadas, Yayat Sutaryat 44, mengatakan diatas tebing yang longsor ada pemukiman rumah warga yang terancam terbawa tanah longsor. Pasalnya, jarak ujung tebing dengan rumah warga hanya sekitar 7 hingga 10 meter.
“Sebelumnya warga juga sudah memprediksi bakal terjadi longsor, karena tanahnya labil,” ungkapnya.
Yayat mengungkapkan, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Namun, warga tetap waspada dan siaga selama turun hujan sebagai antisipasi terjadinya longsor susulan.
“Warga belum ada yang mau mengungsi, namun warga tetap berjaga-jaga malam ini takutnya ada longsor susulan saat warga sudah mulai tertidur,” katanya.
Yayat mengungkapkan, di wilayah Desa Tanjungwangi terdapat dua titik tebing yang rawan longsor yang tak jauh dari lokasi pemukiman warga.
Pantauan Sumedangonline.com, warga warga setempat dan aparatur desa dan Polsek Cicalengka serta Koramil Cicalengka ikut membersihkan material longsoran. Bahkan, sekira pukul 17.00 beberapa anggota BPBD Kabupaten Bandung pun terlihat membantu.
Sementra itu, jalan menuju arah Curug Cinulang hingga Desa Tanjungwangi terlihat ada belasan titik longsor yang sudah menutupi sebagian jalan. Namun, jalan masih dapat dilalui kendraan bermotor.
Sementara Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan mengimbau kepada para pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut agar selalu waspada. Pasalnya, intensitas hujan masih tinggi dikawasan tersebut.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas dan warga sekitar longsor agar tetep waspada saat hujan turun,” katanya.**