KTP, bayar pajak makin mudah

12 April 2016 22:17 WIB
 
0
loading...

Bandung-Sumedangonline: Mulai saat ini masyarakat dibeberapa kecamatan yang memiliki kendaraan di wilayah Kabupaten Bandung masuk wilayah Samsat Rancakek semakin mudah untuk proses pembayaran pajak kendaraannya.
Pasalnya, saat ini telah hadir Kader Taat Pajak (KTP) dibeberapa Kecamatan seperti Kecamatan Rancaekek, Cicalengka, Majalaya, Ciparay, Nagreg dan Ibun. Sehingga masyarakat yang akan membayar pajak bisa melakukan transaksi bayar pajak di kampung halamannya.
Hadirnya kader taat pajak bagi masyarakat yang akan membayar pajak tidak mesti berkunjung atau datang ke Samsat Rancaekek, karena di desa atau di kampung halaman pun sudah ada kader atau relawan taat pajak.
Bahkan, selain mempermudah bagai pembayar pajak. Para relawan pun mengadakan “tabungan pajak”. Hal itu, sebagai upaya mempermudah masyarakat untuk membayar pajak dengan adanya tabungan tersebut yang telah bekerjasama dengan Bank BJB.
Para relawan taat pajak tersebut sebelumnya telah berkoodinasi dengan pihak Samsat Rancaekek. Bahkan, relawan telah mendapatkan pembekalan yang cukup matang. Karena sebelumnya para relawan telah mendapatkan pembekalan.
Salah seorang Kader Penggerak taat pajak Tatang Saripudin 46, asal Kampung Warung Peutuy, RT 02, RW 02 Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, mengaku dirinya menjadi kader taat pajak karena keinginan sendiri.
“Saya berawal dari pekerja sosial dan saat melihat realita kenyataan dilapangan para pembayar wajib pajak masih minim kesadarannya, alasannya berbeda-beda,” ujar Tatang di Desa Tenjolaya Kecamatan Cicalengka kepada sumedangonline, Senin (11/4).
Tatang mengungkapkan, beberapa alasan masyarakat yang terbilang kurang taat bayar pajak seperti, yang pertama. masyarakat minimnya informasi, kedua pada saat jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan ada yang beralasan tidak ada uang. Ketiga, pada saat jatuh tempo waktu pembayaran mereka beralasan karena kesibukannya.
“Kami sebagai kader akan berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat semakin mudah untuk membayar pajak, dan mudah mendapatkan informasi. Dengan harapan masyarakat  tidak lalai untuk membayar pajak kendaraannya,” ujarnya.
Tatang menyebutkan, para kader telah melakukan sosialisai dan koodinasi dengan muspika masing-masing. Bahkan, kader mensosialisasikan mulai dari tingkat RT dan RW terkait taat pajak.
“Kami juga semua kader kordinasi dengan pihak muspika, bahkan sosialiasi langsung kepada masyarakat dan sebagai cara sosialisasi kami pasang spanduk di depan kantor desa,” ungkapnya.
Selain mempermudah untuk membayar pajak, kata Tatang, bagi masyarakat juga disediakan tabungan pajak. Hal itu sebagai upaya agar masyarakat bisa membayar pajak, sehingga tidak ada lagi alasan saat jatuh tempo bayar pajak tak ada uang.
“Tujuannya tabungan pajak dengan tujuan membantu masyarakat bisa membayar pajak pada waktunya,” ujarnya.
Para kader mempunyai nama dalam sosialisasi untuk memberikan informasi seperti tabungan pajak atau TAPAK, kata Tatang, kemudian Saung Informasi Pajak yang disingkat SIP.
“Karena banyaknya perkampungan kami mengadakan saung informasi pajak kendaraan, dimana masyarakat bisa mendapatkan seputar informasi terkait pajak kendaraannya,”katanya.
Tatang menyebutkan, selama sosialisasi terkait pajak antusias masyarakat sangat baik.
“Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik,” ucapnya.
Sementara, Muhammad Syamsul 25, Warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka mengaku terasa terbantu dengan adanya para kader taat pajak (KTP).
“Saya sangat setuju karena adanya kader taat pajak bisa lebih mudah untuk membayar pajak tidak usah pergi ke Samsat Rancakek karena di desa sudah bisa, bahkan mudah untuk mendapatkan informasi dan adanya tabungan pajak itu sangat membantu sekali,” ujarnya.**