Komisi D: Pembebasan lahan bendung Rengrang ditarget beres 2017

14 November 2016 07:55 WIB
 
0
Ilustrasi
Istimewa
Ilustrasi

SUMEDANGONLINE: Terkait adanya keresahan didua desa yang bakal terkena bendung rengrang akibat adanya alat berat yang sudah menclok di sekitar lokasi bakal bendung. Ketua Komisi D DPRD Sumedang, Dadang Romansyah, memahami terkait perasaan warga tersebut.
“Benar alat berat dan bahan baku sudah berada di lokasi,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Menurut informasi yang dia peroleh, progres pembangunan bendung Rengrang akan terus dipacu. Disinggung terkait penlok (penetapan lokasi), sebut Dadang, hal itu dari gubernur dan sudah dilakukan Juli 2016. “Bahkan selanjutnya sudah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN. Untuk terget awal pada awal 2017 akan dibebaskan lahan seluas 6 hektar di dua desa tersebut. Luasan itu diproyeksikan untuk bangunan badan bendung. Ya 2017 itu harus sudah klir termasuk sudah dilakukan pembebasan lahan,” ungkapnya.
Meski demikian, Dadang tidak akan memperbolehkan pihak kontraktor melakukan pengerjaan sebelum lahan masyarakat dibayar. “Saya menjamin pihak kontraktor tidak akan melakukan pengerjaan apapun sebelum pembebasan lahan. Jika saja ada pekerjaan sebelum dilakukan pembebasan lahan pihaknya akan bertindak tegas,” katanya.
Permasalahan tersebut sudah dia sampaikan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Bahkan pihak DPRD sudah menekan pihak BBWS agar segera melakukan proses nego harga agar segera mungkin bisa dilakukan pembayaran.
Dadang juga menyatakan, memasuki awal 2017 harapannya pembangunan fisik sudah mulai. Pasalnya alat berat sudah siap dan bahan baku juga sudah siap. Selain itu agar progress pembangunan Bendung Rengrang bisa berjalan. Tidak dipungkiri keberadaan Bendung Rengrang nanti akan bermanfaat bagi warga Sumedang.
Ia menghimbau, masyarakat tidak usah resah, karena pihaknya akan terus mendampingi dan mengawal proses pembebasan lahan. ***