Jembatan darurat Rancapurut mulai diaktifkan

30 August 2016 13:58 WIB
 
0
Jembatan sementara Rancapurut mulai diaktifkan, Selasa (30/8/2016). Tampak dalam gambar antrean kendaraan yang akan menuju Sumedang Kota dari arah Kecamatan Ganeas.
ISTIMEWA
Jembatan sementara Rancapurut mulai diaktifkan, Selasa (30/8/2016). Tampak dalam gambar antrean kendaraan yang akan menuju Sumedang Kota dari arah Kecamatan Ganeas.

SUMEDANGONLINE: Jembatan sementara (bailey) Rancapurut, yang berada di samping kanan (dari arah Sumedang Kota) jembatan lama, mulai diaktifkan. Pembangunan jembatan sementara merupakan keinginan dari warga setempat agar akses dari dan ke Sumedang Kota tidak terputus.
“Iya tadi saya melintas sudah mulai dioperasikan melalui jembatan darurat dengan sistem buka tutup,” kata pengguna jalan, Yogi, saat diminta komentarnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air, Ir. Sujatmoko mengatakan, pembangunan jembatan itu sudah sangat urgent, menyusul kerusakan salah satu bagian jembatan tua di Kota Sumedang itu sudah semakin parah. Untuk kontruksi jembatan akan menggunakan desain yang hampir sama dengan desain jembatan Cipameungpeuk yang selesai dibangun akhir tahun 2015 lalu. Untuk sumber pendanaannya diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 7,6 Milyar.
“Desainnya hampir sama dengan yang di Cipameungpeuk, namun yang ini lebih besar sebab merupakan jalur Propinsi,” kata Sujatmoko.
Selain kontruksinya yang lebih besar, akan ada beberapa tambahan bangunan seperti taman dan lampu hias. Menurutnya hal itu untuk menambah fungsi ruang publik bagi masyarakat Sumedang seperti halnya bunderan Polres Sumedang yang lama.
“Jadi nanti bisa jadi sarana rekreasi masyarakat seperti di Bunderan baru. Biar masyarakat bisa selfie disana,” katanya.
Sekda Sumedang, H Zaenal Alimin, dalam Rapat Koordinasi membahas Rencana Penggatian Jembatan Rancapurut yang dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Sumedang Zainal Alimin, Selasa (26/7/2016), menyebutkan jembatan terakhir direhab pada Tahun 1971.
“Terakhir direhab pada tahun 1971. Pondasi jembatan sudah rusak parah. Begitu juga bagian atasnya yang sudah banyak berlubang. Tentu ini mengancam keselamatan para pengguna jalan,” katanya.