Jalan Pasteur, Kota Bandung dikepung banjir

24 October 2016 17:33 WIB
 
1
Banjir di sejumlah jalan utama di Kota Bandung.
FB Aris Hermansyah
Banjir di sejumlah jalan utama di Kota Bandung.

SUMEDANGONLINE – BANDUNG: Sejumlah jalan utama di Kota Bandung terendam Banjir. Kawasan Pasteur merupakan kawasan paling parah yang terkena dampak, Senin (24/10/2016).
“Disepanjang jalan utama memang jalan tergenang air,” kata Adi.
Seorang netizen Ruben Tresnamaulana, bahkan memposting sebuah kendaraan roda empat yang nyungsep di kali di kawasan Pagarsih.
Kawasan di Jalan Pasteur terendam banjir hingga ketinggian 160 cm. Begitu juga di Jalan Pagarsih tinggi banjir 150 cm dan Jalan Nurtanio setinggi 120 cm. Banjir mengalir dengan cepat dan semua drainase perkotaan meluap. Saluran drainase perkotaan tidak mampu mengalirkan aliran permukaan sehingga terjadi banjir.
“Ngeri lihatnya,” kata Nita.
Kendaraan dan motor yang sedang melintas di jalan terendam banjir. Kendaraan yang parkir di BTC Mall juga terendam banjir. Bahkan beberapa mobil terseret banjir seperti layaknya diterjang tsunami kecil di jalan.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama dengan unsur lainnya seperti TNI, Polri, Tagana, SKPD dan relawan masih melakukan pendataan. Pemerintah Kota Bandung hingga saat ini belum membentuk BPBD.
Berdasarkan laporan awal dari BPBD Provinsi Jawa Barat, banjir menyebabkan ratusan rumah terendam banjir. Ada rumah yang rusak akibat tergerus banjir di bantaran Kali Cilimus. Banjir juga menjebol pagar SMAN 9 Bandung sehingga merendam ruang kelas dan ruang guru sekitar 90 cm.
Saat ini sebagian banjir telah surut. Kondisi topografi yang miring menyebabkan banjir cepat surut. Masyarakat membersihkan rumah dari lumpur. Pendataan masih dilakukan.
“Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor. BMKG memprediksikan curah hujan akan terus meningkat. Fenomena intensitas La Nina lemah diprediksikan akan meluruh pada Desember 2016 sedangkan Dipole Mode masih menguat sehingga curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan meningkat. Kejadian hujan ekstrem diprediksikan akan meningkat sehingga potensi banjir, longsor dan puting beliung akan meningkat,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya. ***

1 COMMENT