Ini, Rencana Penataan Alun-alun Sumedang

29 May 2016 21:21 WIB
 
0

SUMEDANGONLINE – KOTA: Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang H. Zaenal Alimin memimpin rapat perencanaan penataan Alun-alun Sumedang yang diisi dengan ekspose oleh PT Selaras selaku konsultan penataan Alun-alun Sumedang, Jumat kemarin.
Rapat dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD Dadang Romansyah, Asisten Pembangunan H. Dede Hermasyah, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Retno Ernawati, Kepala Dinas Cipta Karya tata Ruang Perumahan dan Permukiman Amim, Kepala Dishubkominfo Teddy Mulyono, Kepala Bappeda Subagio, unsur BLH, Lapas Sumedang, perwakilan tokoh masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan.
Ketika membuka rapat, Sekda H. Zaenal Alimin mengatakan, penataan Alun-alun Sumedang merupakan bagian dari penataan wilayah kota Sumedang yang masterplan-nya dibuat tahun lalu. “Secara bertahap kita akan melakukan penataan lokasi per lokasi. Sesudah bundaran, kita maju ke Alun-alun. Sekecil apapun APBD agar terasa dan bisa dinikmati oleh warga,” katanya.
Sekda menginginkan agar keberadaan Alun-alun benar-benar menjadi ruang publik yang nyaman dan monumental sehingga menarik masyarakat untuk datang tidak hanya pada acara-acara tertentu saja. “Selama ini ramainya Alun-alun hanya pada saat ada acara saja atau Car Free Day. Kita inginkan Alun-alun Sumedang seperti Alun-alun Bandung yang sangat dibangga-banggakan warganya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Sekda menilai bahwa dalam pengerjaannya nanti akan ada banyak konsekwensi yang harus ditanggung. “Ke depannya sudah tidak mungkin lagi melakuikan upacara di Alun-alun. Jadi harus mencari lapang upacara pengganti. Begitu juga biaya biaya pemeliharaan hasil penataan harus dianggarkan pula. Jangan sampai fasilitas yang sudah ada menjadi rusak karena tidak terpelihara,” ucapnya.
Dalam ekspose PT Selaras Konsultan yang disampaikan oleh Wes Haguna disebutkan bahwa pihaknya telah banyak bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah di wilayah Jawa Barat dalam jasa konsultasi khususnya layanan design engineering. “Alun-alun Ujungberung yang diresmikan oleh Ridwan Kamil pada Juni 2015 lalu konsultan DED-nya adalah kami. Begitu juga pengerjaan Gerbang Aerocity Kertajati,” ujar pria yang akrab disapa Kang Igun.
Khusus untuk penataan Alun-alun Sumedang, lanjutnya, masih akan tetap mempertahankan beberapa kondisi eksisting dengan melakukan beberapa penyesuaian dan penambahan ornamen. “Keberadaan pohon-pohon yang telah ada akan kami pertahankan. Begitu juga pilar-pilar pagar yang mengelilingi Alun-alun akan tetap ada dan kami jadikan tiang-tiang lampu. Sementara pagar besinya sendiri akan kami hilangkan. Sedangkan trotoar akan diperlebar agar terkesan leluasa,” ucapnya.
Dikatakan, penataan Alun-alun Sumedang mengikuti Rencana Induk Penataan Kawasan Ibu Kota Kabupaten Sumedang Tahun 2015 yang di dalamnya terdapat keterkaitan baik secara ruang fisik, historis dan visual antara Mesjid Agusng Sumedang, Alun-alun dan Gunung Palasari. “Diharapkan nantinya akan tercipta tempat berinteraksi warga yang rekreatif, edukatif, smart, hijau-lestari dan merefleksikan budaya Sunda,” kata Igun.
Di dalam Alun-alun akan ada taman-taman yang berbasis teknologi pintar digital seperti layanan wi-fi, LED, dan tata informasi digital. “Nantinya akan ada Taman Anak Gumbira yang terdiri atas tiga wahana yaitu wahan Labirin dari tanaman, arena Ular Tangga yang memberikan konsep belajar dan bermain, dan arena Lapang Tanah untuk berbagai jenis permainan tradisional anak-anak,” ujarnya.
Tidak ketinggalan bagi para Lansia, sambung Kang Igun, akan ada Taman Sepuh Sehat sebagai tempat berkumpul sesama Lansia dan menjalankan aktivitasnya. “Di dalamnya ada Jogging Track yang divariasikan dengan terapi batu, terapi ikan, juga permainan Catur Raksasa yang menuntut Lansia berpikir sekaligus bergerak,” imbuhnya.
Bagi para orang tua yang mengasuh atau mengawasi anaknya bermain akan disediakan shelter khusus. Begitu juga bagi ibu-ibu menyusui, akan ada ruang khusus (nursing room). “Bangunan yang dipakai kantin di sudut Alun-alun secara fisik strukturnya tidak ada yang diubah, hanya dipercantik dan dialihfungsikan seperti untuk nursing room, unit kesehatan, pusat informasi, souvenir dan makanan ringan,” papar Igun.
Keberadaan Lingga sebagai landmark utama Alun-alun akan semakin tampak megah dan terekspose sebagai pusat perhatian dengan hadirnya air mancur di sekelilingnya serta menghilangkan keberadaan pagar yang sebelumnya mengesankan tertutup. “Di kanan-kiri jalan menuju Lingga akan ada 10 tugu batu dengan neon box di atasnya sebagai representasi dari Dasa Marga Raharja. Di dindingnya akan dimuat informasi sejarah Sumedang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” katanya.(humas pemkab)