Ini dia sosok dibalik suksesnya atlet IPSI Sumedang

19 May 2017 02:16 WIB
 
7
Ketua IPSI Sumedang, Mayor. Inf. Agus Budi Cahyanto
Istimewa
Ketua IPSI Sumedang, Mayor. Inf. Agus Budi Cahyanto

SUMEDANG – Raihan Tiga medali emas, Enam perak dan Empat perunggu memang patut di syukuri. Pasalnya Sumedang, kerap dipandang sebelah mata oleh kabupaten lain lantaran prestasi dalam bidang olahraganya kerap jeblog, salahsatunya pencak silat. Siapa yang mampu membangunkan ‘maung’ tidur itu, berikut catatan redaksi Sumedang Online.

GEDUNG olahraga Tadjimalela menjadi salahsatu saksi kegigihan 22 atlet yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Silat Kabupaten Sumedang. Di tempat itulah penggemlengan berlangsung dari para pengurus IPSI Sumedang agar anak asuhnya mampu berprestasi. Apa yang mereka lakukan tak lepas dari tangan dingin Ketua IPSI, Mayor. Inf. Agus Budi Cahyanto.
Tak hanya piawai dalam soal strategi bertempur, perwira menengah TNI lulusan Akademi Militer 1999 ini tak disangka mampu memenej para remaja usia 15 tahun untuk dapat mengharumkan daerahnya.
”Di usia tersebut masih banyak talenta yang perlu dikembangkan, dan diasah,” ujar Ketua IPSI, Mayor. Inf. Agus Budi Cahyanto, membuka pembicaraan.
Dia pun merasa yakin para atlet Sumedang, mampu berbicara dikancah yang lebih tinggi, karena mempunyai segudang potensi, hanya saja perlu adanya pengembangan dan semangat dari para atlet untuk giat berlatih.
Dia bahkan mengibaratkan para atlat silat Sumedang bak berlian kasar yang belum diasah dan ditreatment sehingga belum bisa terlihat maksimal keindahannya. Hal berbeda, ketika ditangani dan diasah dengan baik dapat menjadi sesuatu yang mahal harganya dan banyak diminati orang lain.
”Saya lihat, anak-anak ini sangat semangat dalam latihan. Di mata saya, semangat saja itu sudah bisa menjadi modal awal. Karena dengan adanya semangat yang tinggi, itu menandakan mereka mau berkembang, mau berlatih dan mau dididik untuk lebih baik lagi,” jelasnya.
Memang bukan perjalanan mudah untuk meraih prestasi, apalagi diakuinya dukungan dari pemerintah kabupaten Sumedang memang minim. ”Jujur saja, anggaran dari Pemda untuk support kegiatan ini sangat minim. Tapi kami tidak tinggal diam, sebab tanggung jawabnya adalah membawa nama IPSI dan Sumedang. Untuk pemberian nutrisi bagi atlet, akomodasi dan berbagai keperluan lainya justru lebih besar keluar dari kantong sendiri,” terangnya.
Di bawah asuhan tim pelatih Kusman, para atlet itu pun mulai menunjukan perkembangan yang menggemberikan. Selain porsi materi latihan fisik dan teknik yang pas, mereka juga dibekali motivasi agar tetap bersemangat di tengah kendala yang ada.
”Selain harus fisik yang kuat dan teknik yang mumpuni, mereka juga harus mempunyai mental juara. Untuk itu, setiap habis latihan, para pengurus dari mulai saya dan jajaran pelatih lainya ada sesi pemberian motivasi untuk melatih dan membentuk mental juara mereka,” terangya.
Selain itu, asupan nutrisi bagi para atlet juga harus diperhatikan dengan baik. Meskipun tanpa bantuan dana dari pemerintah untuk mempersiapkan event POPWIL, Agus rela merogoh kocek sendiri untuk membiayai semua kebutuhan latihan atlet. Hal itu sebagai wujud tanggung jawabnya mengemban amanah sebagai Ketua IPSI.
”Bagi saya, setiap jabatan itu amanah. Jadi ketika saya dipercaya untuk memimpin, maka saya akan lakukan dengan sepenuh hati, sebab prinsip saya bekerja atas dasar kehormatan,” tegas Agus yang saat ini menjabat Kepala Staf Kodim 0610 Sumedang.
Sementara itu di mata atlet dan para pengurus, Agus merupakan sosok pemimpin yang tegas namun tetap rendah hati. Hal itulah salah satunya yang menjadi faktor kedekatan emosional para atlet dan pengurus dalam meraih prestasi dengan menjadikan lembaga IPSI seperti keluarga. ***