Ineu minta Sub Pon Sumedang telusuri praktik pungutan pada atlet PON

15 September 2016 18:31 WIB
 
0
Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwa Dewi dan Gubernur Jawa Barat, saat menonton  tim futsal Jabar vs Kalsel, Kamis (15/9/2016).
Forkowas
Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwa Dewi dan Gubernur Jawa Barat, saat menonton tim futsal Jabar vs Kalsel, Kamis (15/9/2016).
loading...

SUMEDANGONLINE: Adanya praktik pungutan uang terhadap atlet dan oficial tim oleh oknum relawan PON di venue Gantole, Batudua, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, disayangkan Ketua DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi. Ia meminta sub PON Kabupten Sumedang untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Menurut dia persiapan PON XIX sudah matang, sehingga tidak perlu lagi ada pungutan.
“Sub PON Sumedang harus turun langsung untuk menyelesaikan praktik yang mencoreng pelaksanaan PON XIX/2016 Jawa Barat, jangan sampai persiapan PON yang sudah matang malah tercoreng praktik-praktik seperti itu, terus terang saya sangat prihatin,” ungkap Ineu yang juga Dewan Penasehat PB PON XIX, pada wartawan.
Sementara itu, kabar gembira juga datang dari Ketua Kontingen Jabar, Mayjen TNI Hadi Prasojo, yang akan memberikan uang kepret Rp 10 juta langsung pada atlet yang meraih medali emas. Bonus sebesar itu, seperti diberikan langsung pada Raina Saumi peraih medali emas di cabor renang nomor 400 gaya bebas putri, sekaligis atlet Jabar uang mendapat bonus pertama.***