Highlight Capaian Reformasi Birokrasi 2016

1 January 2017 12:38 WIB
 
1
 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur
HUMAS/MENPANRB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur

SUMEDANGONLINE, JAKARTA — Di penghujung tahun 2016 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, melakukan refleksi akhir tahun dengan menyampaikan highlight capaian reformasi birokrasi. Banyak hal positif yang sudah dicapai selama tahun 2016, tetapi juga ada pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan capaiannya di tahun 2017.

“Reformasi birokrasi pada area pelayanan publik di tahun 2016 ini menunjukan perkembangan positif. Demikian juga dalam pengawasan, akuntabilitas, kelembagaan, tata laksana dan SDM aparatur. Tugas berikutnya adalah bagaimana capaian reformasi birokrasi di tahun 2017 jauh lebih baik lagi,” ujar Asman di Jakarta, Sabtu (31/12).

Perkembangan positif pelayanan publik antara lain terlihat dari membaiknya peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Bussiness (EoDB). “Peringkat EoDB Indonesia melompat 15 peringkat dari 106 tahun sebelumnya ke peringkat 91 tahun ini. Bahkan Indonesia merupakan negara teratas dalam Top Reformer dengan mereformasi berbagai indikator EoDB,” terang Asman.

Selanjutnya perkembangan pada area pengawasan, antara lain terlihat dari opini WTP atas laporan keuangan. Untuk kementerian/lembaga sudah mencapai 71%, untuk provinsi 76%, sedangkan kabupaten/kota sudah menembus angka 44%.

Terkait akuntabilitas, instansi pemerintah yang nilai penerapan Sitem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)-nya baik atau mendapatkan skor B, terus mengalami peningkatan. “Untuk K/L mencapai 80,52%, dan Provinsi 47,06%. Sedangkan untuk Kabupaten/Kota harus diberikan perhatian khusus karena baru mencapai 8,93%,” ujar Menteri yang berlatar belakang entrepreuneur ini.

1 COMMENT