Disdik sayangkan penyegelan ruangan kelas di SDN Kirisik

16 May 2017 16:06 WIB
 
0
SDN Kirisik, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, disegel ahli waris karena sebagian tanahnya belum dibayar.
Istimewa
SDN Kirisik, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, disegel ahli waris karena sebagian tanahnya belum dibayar.

SUMEDANG — Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Unep Hidayat menyangkan adanya kasus penyegalan Tiga ruangan kelas (Kelas 4, 5, dan 6) di Sekolah Dasar Negeri Kirisik, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.
Aksi penyegelan tersebut merupakan buntut dari kekecewaan ahli waris yang tanahnya belum dibayar oleh pihak pemerintah kabupaten Sumedang.
”Kalau misalnya ada pihak yang merasa mengklaim itu adalah tanah ahli waris milik dia. Ya silakan saja mereka ajukan gugatan. Karena sekolah juga tidak bisa sepihak, saya sangat menyayangkan kalau dengan adanya penyegelan, kalau disegel dari aparat pemerintah ya silakan,” kata Unep Hidayat saat dikonfirmasi.
Pihaknya juga mengakui jika permasalahan tersebut memang sudah lama terjadi dan pihak dinas pendidikan beralibi sudah melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah kabupaten Sumedang.
”Itu memang sudah ada laporan disengketakan. Bahkan kami sendiri sudah mengusulkan ke pemda untuk mengambil solusi, terutama untuk tanah yang disengketakan sengketa. Kalau memang, tanah itu milik masyarakat dalam hal ini milik perorangan. Sekolah itu berdiri dari 1918, dari zaman Hindia Belanda sudah berdiri. Setelah ke sini terbangun, nah mungkin dulu satu kelemahan saya akui dari sekolah. Bahwa kelemahannya apa, ya orangtua mungkin saja orangtua dulu itu menghibahkan. Niatnya baik menghibahkan orangtuanya (orangtua ahli waris, Red) dulu atau kakeknya neneknya buyutnya mungkin yang menghibahkan dulu dan sekarang karena surat-surat dulu itu tidak diurus bukti hibahnya, kemudian diwakafkan surat-suratnya tidak ada. Ya, sekarang dengan seiring harga tanah naik orangtuanya kakeknya sudah tidak ada, jadi ahli warisnya yang menggugat,” tambahnya.
Lanjut dia, dari Tujuh lokal ruangan di SD Kirisik tersebut Tiga diantaranya saat ini yang disegel ahli waris, tidak diketahui sampai kapan aksi penyegelan tersebut akan berakhir. Hanya saja yang pasti anak didik yang akan mengikuti Ujian Sekolah pada Senin kemarin terpaksa ikut ke sekolah lain.
”Semuanya tiga lokal yang digugat itu, dari keseluruhan 7 lokal. Luasnya sekitar 200 bataan. Sekarang kalau itu memang milik masyarakat, kami dinas pendidikan karena sudah mengusulkan ke pemerintah daerah, sudah memberikan nota dinas dan sebagainya. Tapi mungkin karena keterbatasan dari segi pendanaan, tidak semudah itu untuk melunasi. Karena harus melalui proses,” pungkasnya. (iwan)