Dinas Peterpen Sarankan Beli Hewan Kurban Berkalung

6 September 2016 21:50 WIB
 
0
Sapi yang biasa dijual di pasar hewan Tanjungsari harganya mengalami kenaikan. Kini penjualan sapi di pasar hewan itu tidak seramai dulu.
DOKUMENT
Sapi yang biasa dijual di pasar hewan Tanjungsari harganya mengalami kenaikan. Kini penjualan sapi di pasar hewan itu tidak seramai dulu.

SUMEDANGONLINE: Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Peterpen) Kabupaten Sumedang, Budiyono, mengimbau pada masyarakat agar membeli kambing yang sudah di beri kalung. Kalung pada hewan-hewan kurban tersebut kata Budiyono menandakan jika hewan kurban dimaksud sudah layak dijadikan hewan kurban karena sudah melalui proses pemeriksaan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan.
“Kalau kita sudah melakukan pemeriksaan pada hewan-hewan ternak yang memenuhi syarat. Kita sudah memberikan tanda sudah dilakukan pemeriksaan, dengan menggunakan kalung. Bahwa masyarakat harus lebih waspada dalam memilih hewan kurban. Jadi pilihlah hewan kurban yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Sumedang, dengan melihat apakah sudah diberikan kalung atau tidak,” kata Kepala Bidang Peternakan, Budiyono pada wartawan SumedangOnline, Iwan Rahmat, di ruang kerjanya.
Disebutkannya, perlakuan tersebut dilakukan khusus bagi masyarakat yang belum mengetahui apakah hewan yang mereka beli sudah layak dijadikan hewan kurban atau tidak. Sehingga, lanjutnya, pihak Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten bergerak cepat melakukan pemeriksaan melalu tim khusus untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban.
“Khususnya masyarakat yang tidak mengetahui apakah hewan tersebut sudah layak untuk dijadikan kurban atau tidak. Sehingga, kami akan melakukan pemeriksaan awal,” imbuhnya.
Selain pemeriksaan layak atau tidaknya hewan tersebut masuk dalam kategori hewan yang bisa dikurbankan. Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan.
Ditanya apakah ada peningkatan pemotongan hewan jika dibandingkan pada Idul Kurban sebelumnya. Budiyono mengatakan, ada peningkatan yang cukup signifikan antara 20-30 persen.
“Untuk kebutuhan hewan kurban untuk pemotongan kurban tahun ini, memang terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun yang lalu. Ada kenaikan sekitar 20-30 persen,” tambahnya.
Adanya peningkatan tersebut ternyata tidak dibarengi dengan stok hewan kurban yang ada di Kabupaten Sumedang. Sehingga beberapa pihak justru mendatangkan hewan kurban dari luar Kabupaten Sumedang, bahkan luar Provinsi Jawa Barat.
“Untuk hewan kurban didatangkan dari luar Sumedang ada yang dari Jawa Tengah seperti dari daerah Grobogan, Boyolalu, dan juga ada yang dari Jawa Timur,” ungkapnya.***