Di Cimanggung, Sekda Zaenal Alimin jadi imam dan khotib di Shalat Id

13 September 2016 01:20 WIB
 
0
Sekda Sumedang, H Zaenal Alimin, saat jadi imam dan khotib pada pelaksanaan Shalat Idul Adha di Perumahan Parakanmuncang, Kec. Cimanggung, Senin (12/9/2016).
Iwan Rahmat Purnama
Sekda Sumedang, H Zaenal Alimin, saat jadi imam dan khotib pada pelaksanaan Shalat Idul Adha di Perumahan Parakanmuncang, Kec. Cimanggung, Senin (12/9/2016).

SUMEDANGONLINE, CIMANGGUNG: Hadirnya Sekretaris Daerah, Drs. H Zaenal Alimin, di Kecamatan Cimanggung disambut antusias warga di Perumahan Parakanmuncang. Tak hanya sekedar hadir, Sekda pun menjadi Imam dan Khotib pada pelaksanaan Shalat Idul Firti 1437H bersamaan ribuan muslim di wilayah tersebut.
“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepa bapak Sekda Drs. Zaenal Alimin, MM., yang telah berkenan hadir untuk menjadi imam dan hotib pada sholat idul adha tahun 1437H ini. Terima kasih sekali karena sudah berkenan hadir membantu dalam banyak hal untuk untuk perkembangan dan kemajuan di wilayah perumahan SBG, Cihanjuang ini. Semoga jalinan silaturahmi dengan bapak, terus dapat berjalan dan semoga ini mejadi wasilah turunnya rohmah dan barokah di Kabupaten Sumedang,” kata Ketua Forum RW Perumahan Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Samsul Hidayat pada reporter SumedangONLINE, Senin (12/9/2016).
Sementara itu dalam khutbah Idul Adha 1437, Sekda Zaenal Alimin mengatakan, shalat Id yang dilakansakan kali ini merupakan shalat Id yang telah dilaksanakan untuk kesekian kalinya, bersamaan dengan lamanya hidup manusia di alam fana ini.
“Hitungannya adalah sejumlah usia kita plus, kenapa dikatakan sejumlah usia kita plus. Karena usia kita biasa menghitung dengan tahunan Masehi, sementara jumlah hari dalam Tahun Hijriah lebih sedikit dari jumlah hari dalam Tahun Masehi. Sehingga, jika kita sekarang berusia 20 tahun, maka tentu kita mengalami idul adha ini lebih dari 20 kali, demikian juga yang 30, 40 dan yang sebagainya. Ini adalah sebuah kenikmatan yang sangat besar dan kalau kita renungkan bersama, adalah kenikmatan yang tidak mungkin dapat kita hitung dan tidak mungkin dapat kita mengembalikannya pada Allah. Pada hari ini, kita mengikuti sholat idul adha, hari ini, saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah haji, pada 9 julhijah, sedang melaksanakan wukuf diarafah, kemudian malam harinya mabit di muzdalifah dan pada tanggal 10 mereka mengunjungi mina untuk melempar jumroh, selama 3-4 hari sesuai dengan syariat yang ditentukan. Kita yang ada di tanah air melaksanakan Sholat Idul Adha,” ungkapnya.***