Dandim 0610/Sumedang: Waspadai Proxy War

15 May 2017 16:35 WIB
 
0

SUMEDANG — Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arm I Made Mertha Yasa S.Sos berharap seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan segala macam ancaman baik dari luar maupun dalam.
“Dalam Sishanta, yang bertanggung jawab untuk menghadapi ancaman terhadap NKRI bukan hanya TNI/POLRI akan tetapi seluruh komponan masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting,” kata Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arm I Made Mertha Yasa S.Sos dalam acara Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat oleh kodim 0610/Sumedang di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Senin (15/5/2017).
Sebagai penanggung jawab dan sekaligus narasumber dan pemberi materi proxy war lebih lanjut Dandim menyebutkan proxy war saat ini secara tidak disadari oleh seluruh lapisan masyarakat sudah mengancam akan keutuhan NKRI. ”Secara singkat proxy war dapat dikatakan perang secara terselubung dengan menggunakan pihak ketiga seperti negara, organisasi atau kelompok-kelompok tertentu, dimana subyek atau pelakunya tidak langsung turun ke lapangan tetapi menggunakan pihak ketiga untuk memeranginya,” tambahnya.
Sehingga sambung dia, dalam memupuk persatuan dan kesatuan bangsa untuk melawan ancaman yang mungkin terjadi sewaktu waktu di wilayah. Dandim menitik beratkan pada tiga komponen dalam Sishanta yaitu komponen utama meliputi TNI dan POLRI yang setiap saat siap dioperasikan dengan segala sarana dan prasarana yang dimiliki, kemudian komponen cadangan seluruh komponen masyarakat yang sudah disiapkan untuk membantu TNI/POLRI seperti wanra, linmas dll serta komponen pendukung yakni seluruh warga masyarakat baik sarana dan prasarana yang dapat mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung yang dimiliki di wilayah. ***