Dandim 0610 Sumedang Bantu Bulog tingkatkan serapan gabah petani

21 March 2017 14:39 WIB
 
1
Dandim 0610 Sumedang Bantu Bulog tingkatkan serapan gabah petani
Istimewa
Dandim 0610 Sumedang Bantu Bulog tingkatkan serapan gabah petani

SUMEDANG – Berdasarkan nota kesepakatan antara Gubernur Jabar dan Pangdam IIII/SLW serta hasil rapat pemantapan operasionalisasi serapan gabah petani yang dilaksanakan pada tangggal 1-3 maret 2017 yang bertempat di THE MORGAN HOTEL Jl Morganda Raya No 358 Depok, maka pangdam III/SLW memerintahkan Kolonel Czi Sofwan Hardi, S.I.P Staf Ahli Pangdam III/Slw Bidang Manajemen dan Sishaneg untuk melaksanakan kegiatan pengawasan serapan gabah petani di wilayah KODIM 0610/Sumedang.
Staf ahli pangdam III/SLW Bid sishaneg didampingi oleh DANDIM 0610/Sumedang Letkol Arm I Made Mertha Yassa, S.Sos dan kepala GUDANG BULOG SUBDIVRE bapak TOHA mengecek POSKO SERGAB di Kec Paseh Kab Sumedang, untuk mengecek gabah di GUDANG BULOG tersebut
Standar harga menjadi kendala penyerapan gabah dari petani yang dilakukan oleh Bulog.
Guna meyakinkan petani untuk mau menjual gabahnya ke pihak Bulog diperlukan pola pendekatan khusus. Diantaranya melakukan pendampingan langsung ke petani sejak masa tanam.
Demikian disampaikan Staff Ahli Pangdam III Siliwangi bidang Manajemen dan Sistem Pertahanan Negara, Kolonel Czi Sofwan Hardi saat melakukan monitoring serapan gabah di Komplek Pergudangan Bulog Paseh Kidul Sumedang, Selasa (21/3).
Ia mengakui standar harga sesuai Inpres Nomor 5 tahun 2015 tentang standar harga gabah dan beras dinilai masih dibawah harga tengkulak. Sehingga petani belum sepenuhnya melakukan penjualan gabah ke pihak Bulog. “Memang harga nya masih di bawah (standar) dari harga diluaran,” ujarnya.
Dengan demikian, kata dia memang perlu ada pendampingan secara intensif terhadap petani. Tujuannya agar petani bisa dan mau menjual gabah ke pihak Bulog.
“Kita sudah berupaya dengan melakukan monitoring terkait progess penyerapan gabah ini ke setiap daerah,” ujarnya.
Seperti diketahui harga pembelian gabah sesuai standar Inpres Nomor 5 tahun 2015. Harga gabah kering petani (GKP) Rp.3700/kg. Kemudian harga gabah kering Giling (GKG) Rp. 4650/kg. Sedangkan untuk beras Rp.7300/kg.
Staf ahli beserta rombongan kodim dan staf bulog subdivre melanjutkan pengecekan ke tempat penggilingan milik bapak H Maksum yang bertempat di Buahdua sebagai Rekanan (Mitra Bulog) untuk suplay beras ke gudang bulog.
Pada kesempatan yang sama Dandim 0610/Sumedang Letkol Arm I Made Mertha Yassa S.Sos menyebutkan progres penyerapan gabah di Sumedang mulai meningkat.
Adapun saat ini yang digagas oleh Bulog Sumedang dengan Kodim 0610 adalah membuka mitra yang menampung pembelian gabah dari petani se Sumedang.
Mitra tersebut berada di Kecamatan Buahdua berupa penggilingan milik Haji Maksum.
Kini, hasil olahan/gilingan dari gilingan tersebut kemudian di suplay ke Pergudangan Bulog Sumedang.
“Dengan dibuatnya mitra tersebut, daya serap gabah dari petani sangat terbuka. Dan dari hasil olahan di mitra setelah menjadi beras dijual ke pihak Bulog Sumedang,” katanya.
Kendala utama dari proses penyerapan gabah di Sumedang adalah adanya tengkulak yang memberikan sistem ijon pada petani. Jadi sebelum panenpun petani sudah mendapat uang bayaran dulu dari tengkulak dengan harga diatas harga standar Bulog/atau harga Inpres.
Namun kondisi ini, kedepan akan segera ditangani dengan adanya pendampingan dari pihak TNI.
Diharapkan semua pihak bisa bekerjasama dalam tujuan utamanya yaitu swasembada pangan. (*/any/pit)

1 COMMENT