Bupati Sumedang salurkan bantuan ke SDN Sukasirna II

19 October 2016 21:42 WIB
 
0
Bupati Sumedang saat meninjau ruangan kelas SD Sukasirna II.
Humas Setda Sumedang
Bupati Sumedang saat meninjau ruangan kelas SD Sukasirna II.

SUMEDANGONLINE: Bencana alam banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa (20/9/2016) lalu, tidak hanya merenggut korban jiwa, rumah dan harta penduduk, tetapi juga turut merusak sarana belajar di dua sekolah yakni SDN Sukasirna I dan SDN Sukasirna II yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien No. 8, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan.
Untuk itu, Rabu (19/10/2016), Bupati H. Eka Setiawan dengan didampingi Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ali Badjri hadir di sekolah tersebut untuk menyerahkan bantuan. Penyerahan bantuan disaksikan Ketua PGRI Kabupaten Sumedang Dedi Suhayat, Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Unep Hidayat, Kabag Kesra Agus Suherman, dan para guru serta siswa-siswi kedua sekolah tersebut.
Berdasarkan laporan Kepala SDN Sukasirna II Tata Cece, air pada saat kejadian menggenangi bangunan dua SD tersebut hampir setinggi 2 meter sehingga seluruh mebeulair sekolahnya ikut terendam. “Air berasal dari luapan Sungai Cipicung dan masuk ke semua ruangan yang ada. Akibatnya banyak meja kursi yang pada rusak,” ucapnya.
Berbagai peralatan di ruang guru dan Kepala Sekolah termasuk komputer tidak bisa terselamatkan. Begitu juga buku-buku pelajaran beserta arsip sekolah yang ada di tiap kelas maupun di perpustakaan turut menjadi ‘korban’. “Sampai sekarang pun kami masih menjemur buku-buku dan dokumen-dokumen sekolah karena masih banyak yang belum kering,” tuturnya.
Bahkan, ia terpaksa meminta para siswanya untuk sementara belajar di rumah selama beberapa hari mengingat ruangan kelas belum bisa digunakan akibat tertutup lumpur. “Selama lumpur dibersihkan, kami pernah belajar di luar kelas dengan menggunakan tenda. Namun itu tidak efektif. Akhirnya terpaksa belajar di rumah,” katanya.
Sedangkan Kepala SDN Sukasirna I Diding Rosidi mengharapkan agar bangunan sekolahnya terdapat lantai dua untuk antsisipasi banjir. “Ke depannya saya minta bangunan kami ada lantai duanya. Di lantai dua itu nantinya untuk menyimpan dokumen adminsitrasi sekolah dan peralatan elektronik agar selamat dari banjir,” terangnya.
Disampaikan pula olehnya, banjir tersebut adalah yang ketiga kalinya terjadi dan merupakan yang terparah. “Pada Tahun 2005 dan 2010 pernah terjadi banjir yang tingginya sekitar 1 meteran. Tapi yang sekarang ini yang paling parah,” imbuhnya.
Menurut Ketua Baznas Sumedang H. Ali Badjri, bantuan yang diberikan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Sumedang, termasuk dari keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Bagaimanapun ini harus menjadi kepedulian kita semua. Selain dari pemerintah juga dari masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan olehnya, penyaluran bantuan tersebut sebagai pertanggungjawaban atas pengelolaan dana umat oleh Baznas Sumedang. “Dana yang dikelola dan disalurkan Baznas Sumedang untuk kepentingan pendidikan saat ini hampir mencapai Rp. 450 juta. Baik itu untuk santunan pendidikan siswa kurang mampu, sarana prasarana pendidikan, maupun kegiatan seperti ini,” ucapnya.
Bupati H. Eka Setiawan mengatakan, bantuan yang diserahkan agar dapat digunakan untuk kebutuhan yang sangat mendesak. “Masing-masing sekolah mendapat Rp 10 juta. Penggunaannya diprioritaskan untuk yang benar-benar mendesak,” kata Bupati.
Ia juga telah menganggarkan di APBD Perubahan untuk menggganti sarana dan prasaran yang rusak. “Insyaalloh dalam Bulan November 2016 fasilitas yang diperlukan lainnya akan kita penuhi seperti komputer, printer, meubelair maupun peralatan lainnya,” tuturnya. (hms)