Bupati Sumedang: “kurban bentuk kepedulian terhadap sesama”

12 September 2016 18:17 WIB
 
0
Bupati Sumedang saat menyaksikan pemotongan hewan kurban.
Humas Setda Sumedang
Bupati Sumedang saat menyaksikan pemotongan hewan kurban.

SUMEDANGONLINE: Selain sebagai ibadah, penyembelihan hewan kurban juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama manusia. Hal itu disampaikan Bupati H. Eka Setiawan dalam sambutannya menjelang pelaksanaan Salat Idul Adha 1437 H di Mesjid Agung Sumedang, Senin (12/9).
Menurut Bupati, pada ibadah kurban terdapat nilai-nilai sosial kemanusiaan karena mengajarkan untuk saling mencintai sesama, tolong-menolong, dan saling memberi. “Jika ibadah puasa mengajarkan kepada mereka yang terbiasa kenyang untuk merasakan lapar, sedangkan ibadah kurban mengajak mereka yang merasakan lapar menjadi kenyang. Inilah semanagat positif dari berkurban,” ujarnya.
Kegiatan kurban, lanjut Bupati, merupakan upaya seorang hamba untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan harta yang dicintainya. “Kesediaan berkurban merupakan bukti keimanan, kecintaan dan kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya,” ucapnya.
Kurban mengingatkan manusia bahwa jalan menuju kebahagiaan senantiasa berbentuk pengorbanan. “Pelaksanaan kurban mengandung pesan bahwa pengorbanan apapun yang dilakukan secara iklas akan mendapatkan balasan yang lebih baik,” tuturnya.
Bupati juga mengajak hadirin untuk mendo’akan para jemaah haji agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan dan kekuatan lahir batin serta dapat pulang ke Kabupaten Sumedang dengan memperoleh predikat haji mabrur. “Begitu juga bagi kita semua semoga pada kesempatan yang akan datang diberikan kemampuan untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke-5 ini,” katanya.
Sementara itu, K. H. R. M. Cecep Farhan Mubarok selaku Khatib dan Imam dalam pelaksanaan Salat Idul Adha menyampaikan, ibadah kurban mengandung aspek insaniah (kemanusiaan) di samping aspek ilahiah (ketuhanan). “Kurban menumbuhkan semangat persaudaraan dan silaturahmi selain mendorong semangat pengabdian kepada Allah SWT,” ucapnya.
Dikatakan, nilai pengorbanan tidak dilihat dari kuantitas tetapi dari niat dan kualitas ketulusan seseorang. “Seseorang dituntut untuk berkorban baik harta, jabatan, kedudukan, maupun jiwa sekalipun selama semuanya didasari dengan keiklasan,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, berkorban adalah upaya menyembelih serta membunuh watak tabiat hewaniah yang ada dalam diri manusia seperti tamak, mau menang sendiri, tidak mau diatur, ambisi yang tak terkendali, sombong, dan sifat-sifat lainnya yang melekat pada hewan.
Pelaksanaan Salat Sunat Idul Adha 1437 H di Mesjid Agung Sumedang juga dihadiri oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua DKM Mesjd Agung Sumedang H. Dony Ahmad Munir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumedang, pimpinan Cabang Bank bjb Sumedang, sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Sumedang, dan para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah.
Usai salat Id serta bersalaman dengan jemaah yang hadir, Bupati menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada DKM Mesjid Agung Sumedang yang diterima Sekretaris DKM H. Endang Hasanuddin. Selain dari Bupati Sumedang, DKM Mesjid Agung juga telah menerima titipan hewan kurban 6 ekor sapi dan 8 ekor domba.***