Briptu Faizal wafat terpanggang

5 March 2016 21:33 WIB
 
0
loading...

BANDUNG – Polres Bandung khusunya Satuan Reserse Narkoba mengaku berduka atas kepergian Briptu Faizal Bahri, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Bandung, Jumat (4/3) malam.
Kepergiannya setelah mengalami kecelakaan sekitar pukul 19.55 WIB saat korban mengendaraan mobil Honda Jazz dari arah Polres Bandung di Soreang menuju ke arah Kopo.
Terjadinya kecelakaan yang dialami salah satu anggota Polres Bandung tersebut, diduga akibat kondisi jalanan yang licin serta turun hujan dan kondisi cukup gelap pada malam hari.
Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan, mengungkapkan, peristiwa terjadinya kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.55. Saat itu, Faizal mengendarai mobil Honda Jazz bernomor polisi D 1154 OCH dari arah Polres Bandung Soreang menuju ke arah Kopo.
Sementara, kata Kapolres, saat melintasi kawasan Jalan Raya Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, diduga kendaraan yang dikemudikan Faizal dengan kecepatan tinggi kehilangan kendali akibat jalanan licin. Sehingga diduga mobil mengalami selip dan oleng ke arah kiri, serta kondisi mobil terbalik sampai menabrak pohon di depannya.
“Diduga terjadi konsleting dan mobil terbakar, korban tidak bisa menyelamatkan diri dan akhirnya mengalami luka bakar. Korban pun meninggal dunia di lokasi,” ujar Kapolres di RS Sartika Asih, Sabtu (5/3).
Kapolres mengungkapkan, Faizal saat itu dalam perjalanannya untuk menjalankan tugas. Setelah kejadian, jenazah Faizal langsung dilarikan ke RS Sartika Asih. Kemudian, jenazah dibawa ke kampung halamannya di Lampung. Pihaknya pun tengah menyelidiki kejadian tersebut.
Sementara, KBO Satuan Reserse Narkoba Kabupaten Bandung, Ipda Edi Nurdin, mengaku semua jajarannya berduka atas kepergian Faizal yang selama ini menjadi anggota di Unit 2 bagian lapangan. Kecelakaan tunggal yang menimpa anggotanya langsung diselidiki oleh Polres Bandung.
“Dia orangnya baik dan disiplin, serta tanggung jawab dalam tugas.
Informasinya banyak. Kalau ada informasi sekecil apapun, selalu ditindaklanjuti,” kata Edi.
Bahkan, menurutnya, kondisi korban yang mengalami luka bakar awalnya sempat tidak dapat diketahui identitasnya. Namun, indentitas korban baru dapat diketahui setelah ditemukan cincin batu akik pada jari korban, yang biasa dipakai oleh Faizal.
Berdasarkan pantauan di Jalan Raya Gading Tutuka di Kecamatan Soreang volume kendaaraan tidak terlalu padat dan kondisinya sering sepi. Bahkan, saat malam hari jika turun hujan deras beberapa titik di jalan ini tergenang air, terutama di perempatan sekitar kawasan taman dan ruang terbuka hijau.
Kondisi jalan yang lengang dan lebar sering digunakan pengendara untuk memacu kecepatan kendaraannya. Bahkan, kondisi lampu penerangan di jalan tersebut walaupun ada terkadang mati.