BPJS Luncurkan Mobile Screening

2 February 2017 16:29 WIB
 
1
Peluncuran fitur mobile skrining BPJS Kesehatan.
Istimewa
Peluncuran fitur mobile skrining BPJS Kesehatan.

SUMEDANGONLINE, SUMEDANG – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Sumedang resmi meluncurkan aplikasi berbasis online berupa Mobile Screening yaitu aplikasi pemeriksaan kesehatan melalui Handphone melalui aplikasi Play Store.
”Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan mobile yang praktis digunakan ini, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih awal untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya,” kata Kepala BPJS Kesehatan Sumedang, Adrika Wendi saat diwawancara wartawan, Rabu (1/2).
Dikatakannya, dalam aplikasi tersebut peserta BPJS Kesehatan akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri dari atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, seperti penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta dan pola makan. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.
“Jika peserta memiliki risiko rendah (penyakit), mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik selama 30 menit setiap hari,” lanjutnya.
Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.
Apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan.
Sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang, dan 2.093 peserta berisiko tinggi. Di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa memiliki risiko rendah, 23.307 peserta berisiko sedang, dan 831 peserta berisiko tinggi. Dan terakhir di kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta berisiko rendah, 680.172 peserta berisiko sedang, dan 1.956 peserta berisiko tinggi.
”Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile (mobile skrining) yang praktis digunakan ini, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya,” ungkapnya.
”Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut. Sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan,” sebutnya.
Selain menu skrining riwayat kesehatan, aplikasi BPJS Kesehatan Mobile juga menyediakan menu lain yang dapat digunakan peserta JKN-KIS untuk mengecek status kepesertaan, melihat tagihan iuran JKN-KIS, melihat lokasi fasilitas kesehatan, dan sebagainya. (pit/ay)

1 COMMENT