Babakan Asem wakili Sumedang pada lomba posyandu Tingkat Provinsi

“Selain unsur adminsitrasi, juga akan dievaluasi seluruh aspek di lapangan meliputi penanganan bayi dan balita serta pelayanan lainnya kepada masyarakat.”
-Kabag Pemerintahan Desa pada Biro Pemerintahan Umum Setda Provinsi Jawa Barat H. Edi Junaedi-

8 October 2016 03:47 WIB
 
0
Bupati Sumedang menaiki kuda renggong saat menghadiri ajang Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016.
Humas Setda Sumedang
Bupati Sumedang menaiki kuda renggong saat menghadiri ajang Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016.

SUMEDANGONLINE: Posyandu  Silih Asih I yang berlokasi di RT 04 RW 01, Dusun Babakan Asem, Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang mewakili Kabupaten Sumedang pada ajang Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016.
Tim penilai yang terdiri dari unsur Bagian Pemerintahan Desa Setda Provinsi Jawa Barat, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat hadir di Posyandu Silih Asih I untuk melakukan penilaian, Kamis (6/10/2016).
Rombongan diterima langsung oleh Bupati Sumedang H. Eka Setiawan yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sumedang Hj. Hanne Budhi Eka, Kepala BPMPDKBPP H. Teddy Mulyono, Kepala Dinas Kesehatan Retno Ernawati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Conggeang, jajaran Pemerintah Desa Babakan Asem berikut unsur TP PKK Desa, serta unsur lembaga kemasyaratan desa lainnya.
Beberapa hal yang menjadi penilaian adalah pemberdayaan masyarakat melalui kader Posyandu, penyuluhan tentang gizi anak dan balita, termasuk pemberian makanan pendamping, layanan kesehatan ibu dan anak, serta imunisasi.
“Selain unsur adminsitrasi, juga akan dievaluasi seluruh aspek di lapangan meliputi penanganan bayi dan balita serta pelayanan lainnya kepada masyarakat,” ujar Kabag Pemerintahan Desa pada Biro Pemerintahan Umum Setda Provinsi Jawa Barat H. Edi Junaedi selaku Ketua Tim V Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2016.
Edi mengingatkan, penilaian tersebut bukanlah sebagai ajang kompetisi untuk meraih gengsi namun lebih sebagai bentuk pembinaan dalam bentuk evaluasi.
“Prestasi bukanlah tujuan utama dari program ini. Tetapi lebih kepada upaya peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Sebagaimana dalam Lomba Desa, yang menjadi penilaian adalah bagaimana upaya memecahkan permasalahan yang ada di desanya,” tuturnya.
Ketua Posyandu Silish Asih I, Lilis Suhaelis, melalui Dedeh Setiawati selaku Bendahara dalam ekspose-nya menyatakan, jumlah bayi dan balita yang memiliki KMS (Kartu Menuju Sehat) sebanyak 28 anak.
“Dari jumlah tersebut, berdasarkan data terakhir, 25 anak sudah ditimbang berat badannya dan 12 diantaranya mengalami kenaikan,” terangnya.
Selain menyediakan wahana permainan, lanjutnya, penimbangan Posyandu yang dilakukan setiap bulan juga diwarnai dengan kehadiran tokoh-tokoh Wayang Golek yang disukai anak-anak. “Kami sengaja menggunakan Wayang Golek sebagai sarana hiburan sekaligus pendidikan mengingat semakin derasnya pengaruh budaya asing terhadap anak-anak,” ungkapnya
Di samping kegiatan-kegiatan yang terintegrasi dilaksanakan di Posyandu seperti Bina Keluarga Balita (BKB) ‘Bunda Asih’, Bina Keluarga Lansia (BKL) ‘Welas Asih’, Bina Keluarga Remaja (BKR) ‘Miftahul Khir’, UPPKS ‘Kerta Raharja’, dan PAUD non formal ‘Purnama Mandiri’, Posyandu Silih Asih I juga memiliki program unggulan berupa Bank Sampah ‘Puspa Indah’.
“Bank ini mengelola sampah, terutama sampah plastik, menjadi bermanfaat karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga mampu menambah penghasilan para ibu rumah tangga,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati H. Eka Setiawan mengatakan, pelayanan yang ada di Posyandu bukan dilaksanakan hanya karena ada penilaian, namun sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap bulannya.
“Meski tempatnya terbilang terpencil, namun prestasi dan pelayanan Posyandu Silih Asih I tidak kalah dengan yang ada di wilayah kota, bahkan mampu menjadi yang terbaik di kabupaten,” kata Bupati.
Dikatakan Bupati, berbagai kegiatan yang terintegritas di Posyandu menunjukkan keguyuban warga dalam setiap program pembangunan untuk menunjang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan warga. Untuk itu, Bupati meminta SKPD terkait tetap secara berkala memberikan bimbingan dan pembinaannya.
“Saya minta SKPD yang ada tetap mendorong Posyandu dalam mempertahankan berbagai kegiatan yang telah ada serta mendorong munculnya terobosan-terobosan baru,” ucapnya.
Bupati berharap bahwa kehadiran Tim penilai berdampak postisif terhadap kinerja Posyandu Silih Asih I maupun semua Posyandu yang ada di Kabupaten Sumedang.
“Segala masukan dari tim penilai tentu sangat kita nantikan demi kemajuan pelayanan Posyandu-Posyandu kita,” kata Bupati. (hum)