Asset desa terkena tol Cisumdawu, PAD Giri Mukti dipastikan naek

1 November 2016 00:08 WIB
 
0
Kepala Desa Giri Mukti, Adang Arifin.
Iwan Rahmat Purnama
Kepala Desa Giri Mukti, Adang Arifin.

SUMEDANGONLINE: Pendapatan asli desa Giri Mukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, dipastikan bertambah setelah adanya 4.5 ha lahan asset desa terkena langsung proyek Jalan Tol Cisumdawu. Selain itu, ada 16 Ha lahan kas desa lainnya yang disewakan untuk dijadikan tempat pembuangan disposal atau urugan dari pembangunan jalan tol.
“Yang kena jalan tol kurang lebih itu 4,5 Ha itu kena row jalan tol. Kemudian ada asset desa yang diperlukan untuk diposal (pengurugan) itu kurang lebih 16 ha,” kata Kepala Desa Giri Mukti, Adang Arifin.
Lanjut dia, tanah disposal di Dusun Pasir Dua, sama sekali tidak mengganggu. Bahkan ia meyakini jika warga tidak mepersoalkan jika tanah asset desa itu disewakan untuk disposal. Adang mengklaim masyarakatnya setuju, jika hasil sewa tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli desanya.
“Kebetulan di desa kami jauh dari pemukiman. Kemudian juga sudah kami coba untuk disurvey. Kebetulan sumber air tidak mengganggu,” ujarnya.
Meski demikian dia tetap menekankan agar pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut untuk dapat meminimalisir faktor bencana yang bisa terjadi akibat adanya proyek tersebut.
“Yang kami hawatirkan ke depannya itu adalah dampak. Tapi diproses awal dengan perusahaan itu, kami juga menggaris bawahi teknis pengerjaan,” tambahnya.
Lanjutnya, desa berharap agar pihak perusahaan dapa membuat bronjong untuk menahan curah hujan.
“Di sana juga (harus) ada bronjong untuk menahan curah hujan yang besar. Termasuk saluran di bawah nya, sehingga meminimalisir ke hawatiran di kami,” tandasnya. (iwn)