Ara Ajak Jaga Persatuan dari Keberagaman

29 April 2017 12:15 WIB
 
1
Anggota DPR/MPR RI, Maruarar Sirait SIP, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberagaman, karena Satu Indonesia. Selain itu ideologi Pancasila, merupakan landasan yang tepat untuk mempersatukan Indonesia yang beragam tersebut.
Pitriyani
Anggota DPR/MPR RI, Maruarar Sirait SIP, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberagaman, karena Satu Indonesia. Selain itu ideologi Pancasila, merupakan landasan yang tepat untuk mempersatukan Indonesia yang beragam tersebut.

SUMEDANG – Anggota DPR/MPR RI, Maruarar Sirait SIP, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberagaman, karena Satu Indonesia. Selain itu ideologi Pancasila, merupakan landasan yang tepat untuk mempersatukan Indonesia yang beragam tersebut.
Hal itu dikatakan Maruarar saat memberikan pemaparan dihadapan ratusan Mahasiswa dari sejumlah kampus di Jatinangor. Bukti keberagaman tersebut dia menyebutkan secara ras dirinya berasal dari suku Batak, namun karena Orang Indonesia, dirinya pun berhasil menjadi caleg dari mayoritas Suku Sunda dan mayoritas beragama Islam dari daerah pemilihan Sumedang, Majalengka dan Subang.
“Bagaimana di Sumedang, Subang Majalengka saya menang. Tiga belas tahun saya tidak pernah ketemu Marga Sirait satu pun juga di sini. Tapi bagaimana saya bisa (menjadi) suara terbesar di Subang, Sumedang, Majalengka, karena semua yang ada di sini, adalah saudara-saudara saya,” ujar Maruarar Sirait saat memberikan pemaparan dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR, Jumat (28/4/2017).
Bahkan sebut dia, Almarhum Gusdur sempat bertanya bagaimana caranya Maruarar dapat berhasil meraih suara terbanyak di wilayah yang notabene ummat muslimnya lebih banyak. “Saya telah menemukan ummat muslim yang sangat baik, sangat terbuka, sangat cinta perdamaian di Sumedang, Majalengka dan Subang. (Mereka) Tahu saya Batak, saya Kristen, tahu saya orang Indonesia, tapi tetap (di pileg) suara saya terbesar di Sumedang, Majalengka dan Subang. Bahkan di Sumedang naiknya luar biasa. Bagaimana saya tidak mencintai tanah Sumedang, saya bisa kualat kalau saya tidak baik-baik sama rakyat Sumedang,” imbuhnya.
Lanjut dia, meski dirinya bersuku Batak namun secara Nasionalisme, dirinya masih Bangsa Indonesia, sehingga dia pun menyebutkan cinta akan kesenian Sunda. Mewujudkan keinginannya itu dia bersama para seniman terus berusaha menggali dan mengembangkan kreativitas seniman Sunda yang ada di Kabupaten Sumedang.
“Sumedang adalah Puseur Budaya Sunda, saya orang Batak, saya orang Indonesia. Tapi saya berangkat dari sini (Sumedang), saya juga harus terlibat memajukan budaya Sunda yang ada di Sumedang ini. Kalian boleh suku apa, agama apa, tapi kalian ada di Sumedang ada di Jawa Barat, majukan budaya Sunda, majukan budaya Jawa Barat,” tandasnya.
“Silih asah, silih asih, silih asuh. Budaya Sunda yang sangat santun, menghargai orangtua, tatakrama. Budaya lokal di kedepankan, saya belajar caina herang laukna beurang, bagaimana ikannya dapat tapi airnya tetap jernih. Jangan sembarangan dapatnya, tapi airnya jadi keruh,” jelasnya.

Bersama para mahasiswa se Jatinangor.
Bersama para mahasiswa se Jatinangor.
Dia juga mengajak para Mahasiswa untuk tak hanya belajar sejarah tetapi juga berdedikasi tinggi dalam membuat sejarah yang positif untuk kemajuan daerahnya. “Saya katakan pada anak muda penting menghormati sejarah, penting belajar sejarah, penting menghormati orangtua. Tapi menurut saya, lebih penting membuat sejarah yang positif bagi Indonesia dan bermanfaat. Saya tidak mau umur saya dari lahir sampai mati belajar sejarah terus, saya mau membuat sejarah,” paparnya. ***