Al-Qur’an Obat Mujarab Manusia Yang Tersiksa Hati Nuraninya

3 December 2016 07:04 WIB
 
0
Pengurus Cabang Jam'iyyatul Qurra Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan sima'an Al-Qur'an di Aula PCNU Sumedang, Jumat (2/12)
Ayi Abdul Kohar
Pengurus Cabang Jam'iyyatul Qurra Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan sima'an Al-Qur'an di Aula PCNU Sumedang, Jumat (2/12)

SUMEDANGONLINE — Pengurus Cabang Jam’iyyatul Qurra Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan sima’an Al-Qur’an di Aula PCNU Sumedang, Jumat (2/12). Kegiatan tersebut digagas dalam rangka mendoakan untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia.
Semua pengurus PC JQH NU Sumedang yang mayoritas para hafidz dan hafidzoh diberikan kesempatan intuk membaca Al-Qur’an secara dihafal. Termasuk ketua PCNU Sumedang H Sa’dulloh yang seorang hafidz juga ikut bagian dalam simaan Al-Qur’an tersebut.
Ketua PC JQH NU Kabupaten Sumedang, Ahmad Jauharudin mengatakan kegiatan sima’an Al-Qur’an yang dilaksanakan di kantor PCNU Sumedang merupakan agenda bulanan pengurus. Biasanya yang hadir hanya pengus JQH saja, tapi untuk bulan ini sengaja mengundang seluruh pengurus PCNU, banon NU, dan lembaga NU yang ada di Sumedang. Selain syukuran aula baru PCNU, juga ikut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.
Ketua PCNU Sumedang H Sa’dulloh disela-sela acara sima’an Al-Qur’an mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah obat yang paling mujarab untuk mengobati manusia yang tersiksa hati nuraninya. Selain itu Al-Qur’an bisa memperbaiki kerusakan akhlak dan moral manusia. Siapapun yang mau mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan-Nya melalui Al-Qur’an, hidupnya tidak akan sesat dan celaka.
Al-Qur’an sangatlah istimewa, tutur H Sa’dulloh. Dengan keistimewaanya Al-Qur’an mampu memecahkan problem-problem kemanusiaan dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi, maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana. Pada setiap problema itu, Al-Qur’an meletakan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia disetiap zaman.
Dengan demikian, kaum muslimin dengan Al-Qur’annya harus mampu membangun obor ditengah-tengah gelapnya sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain diluar Al-Qur’an. Kaum muslimin dengan Al-Qur’annya harus membimbing manusia yang kebingungan, sehingga terbimbing ke pantai keselamatan, tutup H Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar)