Akur ajak gelorakan tradisi Rihlah

7 May 2017 17:30 WIB
 
1

SUMEDANG – Wilayah atau daerah yang kuat serta maju, tercipta karena masyarakatnya “akur” serta hidup “sauyunan”.
Bahkan, dengan memiliki warga yang “akur”, maka akan terjalin ikatan silaturahmi yang cukup menggelora.
Hal itu disampaikan, Ketua Paguyuban Pasundan, Asep Kurnia pada acara Rihlah (wisata religi-red) di Kampung Karuhun, Kota Sumedang, Minggu (7/5/2017).
Rihlah yang digelar komunitas pemuda Garda Emha (Miftahul Hasanah) Desa Sukarapih Kec. Sukasari tersebut, bernilai manfaat yang cukup luas.
“Rihlah sebagai upaya dalam mempertajam silaturahmi masyarakat khususnya di Desa Margaluyu (Kec. Tanjungsari) dan Sukarapih (Kec.Sukasari) Kab. Sumedang,” kata Asep.
Kemudian, ujar dia rihlah bisa menggelorakan kebersamaan dan kekompakan warga.
Menurut dia, terbilang luar biasa, warga di dua desa tersebut, tampak kompak dan bisa bersama-sama mengikuti rihlah.
“Itu pertanda warga di dua desa tersebut, cukup “akur”. Apresiasi dan mesti ditiru oleh warga di desa-desa lainnya, di Kab. Sumedang serta Jabar,” katanya.
Ia mengatakan, anak-anak, remaja dan orangtua tampak gembira dan nyaman, mengikuti acara rihlah tersebut.
“Semoga, kebersamaan yang sudah dijalin itu, terus digelorakan,” tuturnya.
Ketua Garda Emha, D. Khoerul Fallah mengatakan, rihlah sudah biasa dilakukan warga di Sukarapih dan Margaluyu, khusus dalam rangka menyambut bulan puasa.
Rihlah, kata dia, merupakan ajang silaturahmi yang juga sebagai upaya dalam mempertajam kebersamaan dan kekeluargaan.
“Rihlah pada saat ini, diikuti lebih dari 400 orang. Kami berangkat dari Sukasari, mengendarai sebanyak 25 unit roda empat serta puluhan sepeda motor,” ujarnya.
Disana, kata dia, peserta rihlah pun menggelar acara doa bersama (tahlil-red), gammes atau permainan yang juga dilanjutkan makan bersama.
“Luar biasa dan menjadi kebanggaan, rihlah pun ikut dihadiri Pak Asep Kurnia. Kami bangga, Pak Asep Kurnia bisa hadir dan berbaur dengan warga dalam rihlah 2017,” tuturnya.
Sementara, salah seorang peserta rihlah, Dede Khoeruman mengaku senang bisa mengikuti acara rihlah itu.
“Kami sudah biasa mengikuti acara rihlah, dan kegiatan ini pun sudah biasa dilaksanakan, sejak puluhan tahun silam,” tuturnya.
Ada beberapa manfaat rihlah, kata dia, diantaranya untuk memperkuat tali persaudaraan serta sebagai ajang melepas lelah, dengan menikmati keindahan alam Kampung Karuhun.
“Rihlah sekarang tampak semarak dan lebih greget, karena hadir Ketua Paguyuban Pasundan yang juga Ketua KPU Sumedang, Asep Kurnia,” ujar Dede Hoeruman. (Azis KP/Forkowas)***

1 COMMENT