Ada retakan di Dusun Warung Peuteuy, Komisi D: minta pemerintah kaji secara Geologi

3 December 2016 15:14 WIB
 
0
Polisi dan warga melakukan peninjauan tanah retakan diduga akibat abrasi Jatigede di Dusun Warung Peuteuy, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Sabtu (3/12/2016).
istimewa
Polisi dan warga melakukan peninjauan tanah retakan diduga akibat abrasi Jatigede di Dusun Warung Peuteuy, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Sabtu (3/12/2016).

SUMEDANGONLINE, DPRD SUMEDANG — Ketua Komisi D DPRD Sumedang, Dadang Romansyah, memberi tanggapan terkait adanya retakan yang terjadi di Dusun Warung Peuteuy, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede. Dia meminta pemerintah segera melakukan kajian geologi terhadap terjadinya retakan tersebut. Untuk mencari pasti penyebabnya.
”Pemerintah harus segera melakukan kajian geologi terhadap adanya retakan tersebut agar kita bisa semua bisa mengambil tindakan yang tepat,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Sumedang, Dadang Romansyah.
Sebut dia selama ini warga masih menduga-duga hal tersebut. Agar informasi yang didapat warga tidak ngawur ia meminta keseriusan pemerintah untuk mengajukan tindakan cepat dengan meminta kajian secara ilmiah melalui geologi. “Segala sesuatunya harus kita pastikan terlebih dahulu, jangan menduga atau menduga-duga. Tetap tenang, saya yakin pemerintah pun akan mengambil tindakan yang tepat sesuai hasil kajian,” tambahnya.
Diberitaka sebelumnya warga Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede diresahkan dengan adanya pergeseran tanah yang menimbulkan tanah retak di Dusun Warung Peuteuy, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede. Menurut Kapolres Sumedang melalui Kasubag Humas Polres Sumedang, AKP Dadang Rostia, tadi siang (3/12/2016), pihak Polres Sumedang Sektor Jatigede melalui Bintara pembinanaan dan keamanan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibas) Desa Ciranggem, melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Dari hasil pengesecekan tersebut lanjut, AKP Dadang Rostia, diketahui memang benar di lokasi itu terjadi pergerakan tanah yang menimbulkan retakan. ”Hasil pengecekan memang betul di dusun mereka telah terjadi retakan retakan tanah di dekat rumah rumah penduduk,” ujar Kasubag Humas Polres Sumedang, AKP Dadang Rostia, siang ini.
Belum diketahui secara pasti penyebab retakan dan pergeseran tanah tersebut, hanya saja warga menduga hal itu ada kaitannya dengan curah hujan akhir-akhir ini di wilayah tersebut. Selain itu, dugaan lainnya karena adanya abrasi dari genangan Waduk Jatigede. “Karena letak dusun tersebut persis berada di pinggir genangan dan sebelah kiri dan depan kampung tersebut sudah tergenang air bendungan,” ungkapnya.
Menyikapi keadaan tersebut, kepolisian telah memberikan imbauan agar warga Dusun Warung Peuteuy untuk selalu waspada apabila ada hujan dengan intensitas tinggi. “Tadi memang Kapolsek Jatigede memberikan imbauan kepada warga dusun tersebut. Mereka diimbau untuk selalu waspada. Apabila ada hujan deras untuk segera mencari tempat-tempat yang aman,” tambahnya.
Selain itu pihak kepolisian juga menyarankag agar perangkat desa untuk membantu warganya membuat permohonan atau surat pengajuan ke pemerintah untuk segera merelokasi ke tempat yang aman. “Mereka harus segera di relokasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan nantinya,” ungkapnya. ***