ABK disandera kelompok militan, TB: Jadi ATM karena ditebus

30 June 2016 21:20 WIB
 
7
Kang TB saat jumpa pers dengan belasan wartawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas).
Kang TB saat jumpa pers dengan belasan wartawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas).

SUMEDANGONLINE: Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengaku heran dengan terulangnya kasus penyanderaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok militan. Terulangnya kasus tersebut ada kemungkinan Indonesia dijadikan ATM para kelompok tersebut, karena sudah kali ketiga terjadi penyanderaan, para korban selalu bebas dengan cara ditebus.
“Indonesia sebelumnya sangat toleran terhadap perompak dengan bersedia memberi tebusan demi menyelamatkan awak kapal yang disandera. Sehingga, kejadian tersebut terus berulang dan sekarang yang ke-empat kalinya,” kata TB Hasanuddin, saat pertemuan dengan para wartawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas), di Kantor DPC PDI Perjuangan Sumedang, Jawa Barat, siang tadi.
Selain itu, ia juga menyayangkan pihak-pihak terkait tidak meminta pengawalan saat kapal-kapal tersebut dipastikan akan melintas pada kawasan-kawasan rawan. Seharusnya, sebutnya, dengan adanya kejadian penyanderaan sebelumnya, kawasan tersebut harus makin diwaspadai.
“Kenapa para ABK tidak pernah berkoordinasi minta pengawalan dari pihak keamanan khususnya TNI AL misalnya? Mengapa bisa terulang lagi?” tegasnya.
Karenanya Hasanuddin mengingatkan agar patroli bersama antara Indonesia, Malaysia dan Filipina benar-benar digencarkan. Hal lain untuk pencegahan juga bisa dilakukan dengan keharusan kapal yang akan melintasi perairan rawan berkoordinasi dengan TNI.***

7 COMMENTS