38 anggota PMII ikut kegiatan Pelatihan Kader Dasar

28 October 2016 07:13 WIB
 
0
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD)
Ayi Abdul Kohar
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD)

SUMEDANGONLINE: Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD). Kegiatan PKD ini berlangsung selama empat hari, mual dari Kamis sampai ahad (27-30 Oktober 2016) dengan tema kegiatan reaktualisasi nilai-nilai sumpah pemuda, mengawal visi integritas bangsa melalui media dan budaya.
Peserta yang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Aula PCNU Kabupaten Sumedang ini tidak hanya dari PMII Kabupaten Sumedang saja, tapi hadir juga beberapa perwakilan pengurus cabang PMII dari kabupaten lain yang ada di Provinsi Jawa Barat. Diantaranya ada perwakilan pengurus cabang PMII dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Majalengka, Subang, Banjar, dan Garut. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 38 orang.
Ketua PMII Kabupaten Sumedang Haris Sopian Aji yang bertindak sebagai panitia mengatakan bahwa terdapat sembilan materi yang harus diikuti dan dikuasai oleh peserta PKD, antara lain Paradigma PMII, Aswaja sebagai Manhajul Fikr dan Manhajul Harakah, Peta Pergerakan Islam, Nahdlatul Waton, dan Nahdlatun Nisa. Materi ini telah tercantum pada kurikulum kegiatan PKD. Pemateri didatangkan dari berbagai kalangan yang disesuaikan dengan setiap materi.
Haris mengharapkan acara ini berlangsung kondusif, semua panitia bekerja dengan baik sesuai divisinya masing-masing. Kegiatan PKD juga sebagai bukti bahwa dalam setiap pergerakan harus berjalan dinamis dan selalu ada pergerakan menuju kemajuan.
Sementara Ketua PCNU Kabupaten Sumedang H Sa’dulloh dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa dalam organisasi harus ada kaderisasi, konsolidasi, dan proyeksi. PKD merupakan salah satu cara pengkaderan organisasi di tubuh PMII. Dengan proses kaderisasi inilah, PMII harus mempunyai kualitas dan kuantitas kader agar mampu menjawab problem yang terjadi pada masa yang dihadapinya.
PMII selebagai organisasi mahasiswa Islam yang berhaluan Ahlusunnah Wal Jamaah harus tetap dijaga dan dirawat keberadaannya. Pemahaman tentang aswaja ala Nahdlatul Ulama harus terus dipupuk pada tubuh semua kader PMII. Banyak sekarang oraganisasi-organisasi yang pemahamannya tidak sejalan dengan faham Nahdlatul Ulama tumbuh di kampus-kampus. Ini tugas anggota PMII untuk selalu meluruskan faham-faham tersebut di kampus, kata H Sa’dulloh.
Diakhir sambutan H Sa’dulloh berharap semoga kegiatan PKD ini berjalan lancar dan sesuai harapan serta bisa menghasilkan kader PMII yang berkualitas. (Ayi Abdul Kohar)