25 tahun tak bersua, pulang jadi eks Gafatar

1 February 2016 02:55 WIB
 
0
loading...

CISITU-Sedih, kecewa, bahagia, mungkin itu yang dirasakan keluarga, Rakim (72). Pasalnya, anaknya, Junaedi, hari ini direncanakan akan dikembalikan pihak Dinsos Prov. Jabar ke keluarganya di Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu, Sumedang. Kehadiran Junaedi yang eks Gafatar, tentu tak mudah. Dalam rapat pada hari Kamis, 28 Januari 2015, lalu. Diketahui, jika masyarakat menolak kedatangan Junaedi.
Penolakan masyarakat, lantaran mereka takut Junaedi akan menyebarkan paham yang tidak benar. Termasuk, ada masyarakat yang hawatir jika, Junaedi bagian dari jaringan teroris.
Junaedi pun, nyaris tak mendapat tempat. Pasalnya, ketika ia akan pulang ke orangtua istrinya di Indramayu, ternyata keluarga mertuanya itu menolak kehadirannya.
Walau, di sana sini menolak. Namun, sebagai orangtua yang sudah melahirkan anaknya, Rakim, yang keseharian berjualan Surabi itu, tetap menerima kehadiran anaknya dengan lapang dada.
“Saya akan menerima kembali dia, untuk tinggal di sini. Dia sudah lama pergi, meninggalkan kami. Sejak lulus SMP, sekitar tahun 1990,” kata Rakim dalam pertemuan yang dihadiri kepala Desa Cilopang, Titin Kotimah dan Ketua RW setempat, Nana.
Diceritakan, setelah Junaedi, menikah dan mempunyai anak. Hubungan dengan orangtuanya diketahui tidak pernah sama, sekali pulang diperkirakan mulai tahun 2006 sampai 2016.
“Dan ada kontak kembali, setelah anak saya berada di penampungan Dinsos. Saya baru tahu kalau dia, terlibat Gafatar,” ungkap Rakim.
Kepala Desa Cilopang, Titin Kotimah, membenarkan jika orang tua Junaedi tinggal di Cilopang hanya saja untuk Junaedi sudah tidak berdomisili atau terdaftar di Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu.***